Breaking News:

Mengatasi Medan Berat untuk Peroleh Sertifikat, Perempuan Hebat di Balik Pengamanan Aset PLN di PPU

Banyak tantangan dihadapi PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur. Salah satunya mengamankan aset negara yang sudah diamankan.

HO
Nila Siswanti sudah, Assistant Analyst Pengadaan Tanah di PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim). 

TRIBUNKALTIM.CO - Menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan tidak semudah yang dibayangkan.

Banyak tantangan yang dihadapi PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim). Salah satunya mengamankan aset negara yang sudah dibebaskan.

Nila Siswanti sudah bergabung di PT PLN (Persero) selama 3 tahun terakhir. Dirinya kini menjabat sebagai Assistant Analyst Pengadaan Tanah di PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim).

Bertanggung jawab menangani pengurusan sertifikasi aset tanah PT PLN (Persero) di Penajam Paser Utara (PPU).

“Jadi tujuan kegiatan sertifikasi tanah aset PLN ini adalah untuk melakukan pengamanan aset negara dan merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi dan penyalahgunaan aset negara,” ucap alumni Universitas Airlangga, Surabaya itu.

Dalam prosesnya, Nila dan tim telah memiliki kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dan pada September 2020 lalu, pihaknya memulai pekerjaan untuk pengurusan sertipikat tanah yang telah dibebaskan.

Di mana saat ini di PPU pihaknya punya target mengamankan aset berupa satu gardu induk (GI) dan 197 tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

"Ada dua jalur SUTT. Jalur SUTT 150kV Kaltim – Petung dan jalur SUTT 150kV Kuaro – Petung,” jelas perempuan 26 tahun ini.

Bagi Nila, yang tak boleh lengah dalam pengamanan aset ini adalah memastikan patok tanah sesuai. Karena itu harus ada tim yang memonitor langsung ke lapangan.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved