Rabu, 29 April 2026

News Video

NEWS VIDEO PHDI Kaltara Jelaskan Makna Upacara Tawur Kesanga

Pelaksanaan hari Nyepi 1943 Saka, yang jatuh pada hari ini, Minggu (14/3/2021), diawali dengan berbagai pelaksanaan upacara.

Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pelaksanaan hari Nyepi 1943 Saka, yang jatuh pada hari ini, Minggu (14/3/2021), diawali dengan berbagai pelaksanaan upacara.

Seperti halnya Upacara Melasti yang dilakukan pada seminggu sebelum perayaan Nyepi, dan Upacara Tawur Kesanga yang dilaksanakan satu hari sebelum Nyepi dilakukan.

Dalam upacara Tawur Kesanga, terdapat prosesi Mecaru, yakni prosesi pembersihan lingkungan pura, dengan cara mengelilingi pura.

Prosesi ini dilakukan, dengan maksud untuk menetralisir sifat-sifat jahat, baik yang ada di sekitar lingkungan pura, maupun yang ada di dalam diri sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, atau PHDI Kaltara, saat ditemui usai Upacara Mecaru, di Pura Agung Jagat Benuanta, Tanjung Selor, Sabtu lalu.

Baca juga: PHDI Kaltara Sebut Nyepi Sebagai Instrospeksi Diri di Tengah Pandemi

“Ini dimaksudkan untuk menetralisir sifat-sifat jahat bak yang ada di sekitar alam kita maupun yang ada di dalam diri kita,” ujar Ketua PHDI Kaltara, Ida Bagus Sidha Raharja.

Selain itu, prosesi pembersihan sifat-sifat jahat, di lingkungan pura, maupun yang ada di dalam diri sendiri, lanjut Ida Bagus, adalah untuk mempersiapkan diri sebelum menjalankan Catur Brata Penyepian, agar tercipta lingkungan alam yang bersih serta harmoni.

“Sehingga saat melaksanakan Catur Brata Penyepian sudah dalam keadaan bersih, juga dengan alam sekitar yang bersih, sehingga semua menjadi harmoni,” tambahnya.

Secara umum, Ida Bagus menjelaskan, bila Upacara Tawur Kesanga ialah untuk memberikan persembahan dan rasa syukur atas apa yang telah diperoleh selama satu tahun. Baik untuk mahluk yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Baca juga: 40 Kata-kata dan Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun 2021 yang Bijak dan Sarat Makna

Hal ini penting dilakukan, sebagai salah satu bentuk introspeksi diri, dalam menyambut tahun yang baru.

“Tawur Agung Kesanga maknanya ialah mempersembahkan rasa syukur atas apa yang kita peroleh dalam setahun terakhir, juga terutama untuk persembahan untuk mahluk yang tidak kelihatan,” katanya.

“Selain itu, ini untuk instrospeksi diri, apa yang kurang di tahun yang kemarin, diperbaiki di tahun depan, bila tahun kemarin sedikit melenceng, kita kembali ke jalur yang benar,” tuturnya.

IKUTI >> News Video

Videographer: Maulana Ilhami Fawdi

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Editor: Jojo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved