Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Warga Sedulang Kukar Tuntut Perusahaan Bayar SHU 6 Bulan, hingga Mediasi ke-9 Tak Ada Kejelasan

Tuntutan masyarakat kampung di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) perihal Sisa Hasil Usaha (SHU) yang belum dib

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Suasana mediasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap warga dan pihak perusahaan terkait persoalan SHU yang belum dibayarkan selama 6 bulan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Tuntutan masyarakat kampung di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) perihal Sisa Hasil Usaha (SHU) yang belum dibayarkan selama enam bulan oleh pihak PT Kencana Group, masih terus berlanjut.

Sekadar diketahui, sebelumnya warga setempat melakukan aksi dengan menutup jalan akses perusahaan pada Rabu, (24/2/2021) dan meminta pihak perusahaan segera melunasi SHU yang belum terbayarkan selama enam bukan tersebut.

Bahkan, persoalan tersebut telah dimediasi oleh pemerintah dengan melakukan pertemuan sebanyak sembilan kali, namun masih belum membuahkan hasil.

Baca juga: Kapal Bermuatan Batubara Karam di Area Pulau Kambing Kecamatan Anggana Kukar, Seorang ABK Hilang

Baca juga: Bapenda Kaltim Targetkan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor di Kukar Tahun Ini Capai Rp 284 M

“Rapat pada Senin (15/3/2021) kemarin merupakan pertemuan yang kesembilan,” ujar salah seorang tokoh di Muara Kaman, Saiful Aduar, Selasa (16/3/2021).

Dia menambahkan, pada pertemuan kemarin, rapat ditutup hingga sekitar pukul 19.00 WITA dengan rapat lanjutan pada Jumat (19/3/2021) mendatang perihal keputusan proses rencana pembayaran SHU tersebut.

“Rapat kemarin sempat ada upaya pembayaran Rp 500 juta dengan syarat akses jalan desa dibuka kembali,” ucap dia.

Namun, lanjut dia, warga tetap dengan komitmen awal agar akses jalan bisa dibuka dengan ketentuan setelah dilaksanakannya pembayaran.

“Sampai saat ini tidak ketemu titik kesepakatan pembayaran SHU selama enam bulan,” ujarnya.

Ia mengemukakan, dirinya memperkirakan ada total sekitar Rp 5 miliar dana yang belum dibayarkan kepada warga selama enam bulan itu dari sekitar 1.200 warga di kampung Desa Sedulang tersebut.

“Saya harap mediasi ke -10 langsung eksekusi (pembayaran),” tuturnya.

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved