Berita Nasional Terkini
Arief Poyuono Dukung Presiden 3 Periode, Eks Waketum Gerindra Bocorkan Rakyat Masih Perlu Jokowi
Arief Poyuono dukung presiden 3 periode, eks Waketum Gerindra bocorkan rakyat masih perlu Jokowi
TRIBUNKALTIM.CO - Arief Poyuono dukung presiden 3 periode, eks Waketum Gerindra bocorkan rakyat masih perlu Jokowi.
Presiden Joko Widodo ( Jokowi) sendiri sudah menegaskan tak berminat maju hingga 3 periode.
Meski demikian, eks Waketum Gerindra Arief Poyuono punya pandangan berbeda.
Pandemi Virus Corona yang melanda Indonesia menurut Arief Poyuono, membuat rakyat mengharapkan Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan.
Mantan politisi Gerindra Arief Poyuono lantang meminta agar Jokowi bersedia menjadi Presiden Republik Indonesia untuk 3 periode masa jabatan.
Dia mengaku punya alasan mengapa Jokowi perlu menjabat untuk periode ketiga mulai tahun 2024 nanti.
Baca juga: Fahri Hamzah Sindir Ada Parpol Panik, 2 Kali Tanya Jokowi Soal Presiden 3 Periode, Bocorkan Jawaban!
Baca juga: Aktivis Lingkungan Gelar Aksi Teatrikal di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Kritisi Pemerintahan Jokowi
Menurutnya, di tengah pandemi dan dampak merosotnya ekonomi, adalah tidak etis jika para elit politik menepuk dada mencalonkan diri jadi Presiden pada tahun 2024.
"Pak Jokowi tolong legowo mendengarkan keinginan dan harapan rakyat untuk terus memimpin sampai bangsa ini bangkit lagi.
Makanya rakyat minta dengan tulus agar Pak Jokowi legowo mau nyambung 3 periode," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Tribunnews, Selasa (16/3/2021).
Arief Poyuono meminta para elite politik menghilangkan pikiran untuk rebutan kursi Presiden.
Ditambahkan Arief Poyuono, sebaiknya semua konsentrasi memperkuat pemerintahan Jokowi untuk menyelamatkan rakyat dari bencana pandemi dan dampaknya.
"Saat ini yang dimiliki rakyat dan bangsa Indonesia saat ini adalah seorang Presiden Jokowi yang sedang berjuang melawan pandemi.
Membangkitkan ekonomi, dan melanjutkan pembangunan yang tertunda akibat pandemi."
"Seharusnya semua pihak bersatu mendukung Pak Jokowi, bukannya malah bikin tim sukses capres," ujarnya.
Menurutnya, hanya para elite politik yang punya kepentingan capres dan tim suksesnya yang menolak Jokowi 3 periode.
Sementara itu, seluruh rakyat Indonesia masih membutuhkan Jokowi untuk 3 periode.
"Mereka elite politik silahkan bertanding membuktikan diri paling layak untuk mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden.
Tapi jangan ganggu kerja Jokowi menyelamatkan rakyat dan negara dari dampak pandemi dan melanjutkan pembangunan," pungkasnya.
Adapun dari lingkaran istana, yakni Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki hasrat sama sekali untuk masa jabatan presiden 3 (Tiga) periode.
Baca juga: Tak Terima Jokowi Diseret ke Kisruh Demokrat, Ali Ngabalin Balas Bambang Widjojanto, Lucu & Jijik
"Presiden sampai dengan saat ini masih memegang komitmen reformasi tentang pembatasan periode masa jabatan presiden 2 (dua) periode," kata Jaleswari dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/3/2021).
Jaleswari menambahkan, komitmen tersebut telah ditegaskan oleh Presiden jauh-jauh hari.
Pada 2 Desember 2019, presiden menegaskan bahwa ide masa jabatan presiden 3 (tiga) periode merupakan isu yang dihembuskan untuk menampar muka presiden, mencari muka presiden dan menjerumuskan presiden.
Wacana masa jabatan presiden tiga periode pernah muncul di masa periode kedua Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Wacana tersebut kini dihembuskan oleh beberapa pihak dengan agenda tersembunyi, yang pada intinya ingin menjerumuskan presiden.
"Pihak-pihak ini ingin mengganggu stabilitas politik dan mengalihkan konsentrasi kerja presiden dalam mengatasi pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi dan kerja-kerja pembangunan lainnya," tegasnya.
Dia mengatakan, Jokowi berkomitmen merawat warisan reformasi.
"Hentikan menghembuskan wacana bahwa Presiden Joko Widodo menghendaki amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan 3 periode).
Jangan mengganggu ketenangan masyarakat dengan agenda yang tersembunyi," jelasnya.
Fahri Hamzah Angkat Suara
Wacana presiden menjabat tiga periode masih ramai dibicarakan meskipun Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) telah tegas menyatakan tidak berminat.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menduga wacana presiden 3 periode berasal dari partai politik (parpol) yang sudah kekurangan calon untuk diadu di Pemilu 2024 mendatang.
Fahri Hamzah menyebut, parpol itu panik sehingga membuat wacana presiden menjabat 3 periode.
Baca juga: Kabar Terbaru, Pemerintah Jokowi Bolehkan Mudik Lebaran 2021, Menhub Budi Karya Beri Penjelasan
Hal itu diungkapkan Fahri lewat acara podcast di akun YouTube miliknya Fahri Hamzah Official, Selasa (16/3/2021).
Fahri meyakini Presiden Jokowi sendiri tidak ada minat untuk kembali menjabat menjadi presiden.
"Ini yang maksa-maksa ini dugaan saya ada niat lainnya, ini yang mesti dibongkar," kata Fahri.
Fahri yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, mengaku sempat menanyakan soal isu tiga periode langsung kepada Jokowi.
"Dua kali saya tanya langsung ke Beliau (Jokowi)," ujar Fahri.
"Beliau bahkan ada kesan, dia bilang 'itu orang cari muka saja semua'," terang Fahri menirukan percakapannya dengan Presiden Jokowi.
Kini isu tiga periode tiba-tiba ramai dibicarakan, Fahri menduga pemicunya adalah sebuah parpol yang panik tidak memiliki kandidat untuk diadu di tahun 2024.
"Dugaan saya ini ada partai yang sudah enggak punya calon lagi, sudah enggak punya kandidat," kata Fahri.
Fahri tidak menyebut nama parpol tersebut.
"Mungkin dia kepepet," ucapnya.
"Jadi yang begini-begini saja kita cari siapa," kata Fahri.
Baca juga: Pesan Amien Rais ke Presiden Jokowi Sebelum Meninggal, Indonesia Mandiri! Jangan Tergantung Cukong
Mantan politisi PKS itu meyakini bahwa di 2024 nanti akan banyak muncul calon-calon pemimpin baru.
"Percayalah anak bangsa ini banyak, politisi banyak, calon pemimpin banyak, 2024 itu akan ada orang baru," ujar Fahri.
"2024 akan ada orang hebat, percayalah, yang penting kita positif bangsa Indonesia ini bisa menjadi bangsa besar," sambungnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arief-poyuono-minta-presiden-jokowi-pecat-semua-direksi-pln-sampai-ancam-pidanakan.jpg)