Jumat, 10 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Simulasi PTM di SDN 043 Tarakan, Jadwal Sekolah Hanya Tiga Hari Seminggu

Simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM di SD Negeri 043 Tarakan telah dilaksanakan hari ini, Rabu (17/3/2021)

Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Kepala Sekolah SD Negeri 043 Tarakan, Petrus Linthin saat ditemui usai simulasi PTM di SD Negeri 043 Tarakan.TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM di SD Negeri 043 Tarakan telah dilaksanakan hari ini, Rabu (17/3/2021)

Dalam simulasi tersebut, sebanyak 14 siswa yang diikutsertakan, dari total 28 siswa per kelasnya.

"Nanti proses pembelajaran kalau diizinkan, juga begitu, satu kelas itu hanya 14 orang saja," ujar Kepala Sekolah SDN 043 Tarakan, Petrus Linthin

Baca juga: SDN 043 Tarakan akan Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka pada Rabu 17 Maret 2021

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Digelar Mulai Juli 2021, Kadinkes Berau Tegaskan Pentingnya Prokes

Dalam PTM nantinya, akan dilakukan secara bergantian, sehingga perlu dibagi menjadi dua sift.

"Sift A itu jadwalnya Senin, Rabu, dan Jumat. Sift B jadwalnya Selasa, Kamis, dan Sabtu," katanya.

Pada kegiatan belajar nantinya juga hanya 4 jam pelajaran dalam sehari, sehingga dalam seminggu hanya 12 jam pelajara.

Baca juga: Pemkot Bontang Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Juli, Asalkan Tren Kasus Covid-19 Menurun

Baca juga: Disdik Kaltim Sebut Ujian Praktik SMK Boleh Tatap Muka dengan Syarat Tertentu, Berikut Penjelasannya

"Kebetulan di sini, normal pun ada sift pagi dan siang, karena kapasitas kelas di sini juga kurang. Sehingga nantinya juga begitu, sift pagi itu dari jam 7.15-10.30 Wita, sift siang 11.30-14.15," katanya.

Sementara itu dia sampaikan, dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, sebanyak 360 orang tua siswa yang setuju untuk dilakukan PTM di SDN 043 Tarakan, dan 117 yang tidak setuju. Sedangkan ada 67 orang tua siswa yang tidak merespon.

Jika dibandingkan dengan sekolah tatap muka, kata Petrus, tentunya jauh lebih baik dari pada sekolah secara daring.

Baca juga: SMKN 1 Sepaku Penajam Paser Utara Berlakukan Belajar Tatap Muka, Kemudian 20 Siswa Reaktif Covid-19

"Ada beberapa yang kita lakukan evaluasi di kelas, ternyata nampak bahwa memang sangat beda (daring dan PTM).

Yang paling mengeluh itu guru kelas satu. Karena nggak pernah ketemu muridnya, tulis nama saja belum bisa," jelasnya. (*)

Berita tentang Tarakan

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved