Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Gencar Pungut Retribusi untuk Tingkatkan PAD

Banyak hal yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus, saat diwawancarai Tribunkaltim.co, di ruangannya, Kamis (18/3/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banyak hal yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada kali ini Pemkot melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, telah gelar rapat Koordinasi Teknis Elektronikfikasi Transaksi Pendapatan Asli Daerah, di Balaikota Samarinda, Kamis (18/3/2021).

Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus mengatakan, bahwa adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD).

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Sambangi RT 25 Harapan Baru, Resmikan jadi Kampung Tangguh

Baca juga: Jadwal Bandara APT Pranoto Samarinda Terapkan Alat GeNose Bagi Penumpang Kala Pandemi Covid-19

Jadi Pemerintah Pusat maupun daerah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Dalam rangka bagaimana mempercepat transaksi non tunai.

"Jadi BI dan Pemkot Samarinda, bersama Bank Kaltimtara, mengumpulkan para OPD (Organisasu Perangkat Daerah) pemungut retribusi, untuk membahas percepatan itu," ungkapnya saat diwawancarai di ruangannya.

Baca juga: Sering Terjadi Lakalantas, Jalan PM Noor Kota Samarinda Segera Dikerjakan Pakai Dana APBN

Misal di OPD Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, retribusi yang bisa dipungut melalui elektronik atau digital yakni sektor parkir dengan adanya E-Parking.

Bapenda sebagai pengelola pajak, mendorong kepada OPD pemungut retribusi dalam rangka peningkatan PAD tersebut melalui elektronifikasi.

Menurutnya dengan menggunakan elektronifikasi seharusnya bisa meningkatkan PAD, karena uang itu langsung tersetorkan, dalam artian tidak adanya perantara lagi.

Baca juga: Marjoni Rachman Kembali Dilantik Jadi Rektor Untag Samarinda, Ini Pesan Dayang Donna Faroek

"Tidak ada transaksi lagi, uang itu tidak lagi dipegang, uangnya langsung kerekening lagi. Jadi kecenderungan untuk menyalah gunakan itu kecil," sebutnya.

Untuk menjangkau pemahaman kepada masyarakat, pihak Pemkot tentunya akan memberikan edukasi atau pemahan kepada masyarakat terkhusus bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. (*)

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved