Ramadhan 2021

Vaksinasi Covid-19 Tak Batalkan Puasa, MUI Bontang Anjurkan Jadwal Penyuntikan Digelar Malam Hari

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang meminta jadwal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada bulan suci Ramadhan dialihkan pada malam hari.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Penyuntikan vaksin sinovac gelombang kedua termin II di Gedung Auditorium 3D Pemkot Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang meminta jadwal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada bulan suci Ramadhan dialihkan pada malam hari.

Hal itu disampaikan Ketua MUI Bontang Imam Hambali, Minggu (21/3/2021).

Ia berharap usulan itu menjadi solusi kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.

Baca juga: Menengok Jembatan Darurat Prakla Bontang, Bertahun-tahun Pasca Kebakaran Belum Diperbaiki Pemerintah

Baca juga: Janda Beranak 7 Buruh Pemecah Batu, Tinggal Sendiri di Gubuk Kecil Dekat Perbatasan Bontang-Kutim

Pasalnya, beberapa umat masih meyakinin jika disuntik pada keadaan berpuasa bisa membatalkan puasa.

"Kita enggak tahu ada umat yang masih ragukan. Jadi baiknya dibuatkan dua jadwal saja," tuturnya.

Menurutnya, usulan itu juga memberikan kesempatan kepada umat Islam yang kondisi kesehatan kurang maksimal, apalagi ketika sedang berpuasa.

Sehingga lebih aman untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di malam hari.

Meskipun dalam fatwa MUI yang diterbitkan jelas disebutkan, bahwa umat Islam yang melakukan suntikan vaksin sinovac ke jaringan ototnya saat sedang berpuasa tidak membatalkan puasa.

"Hukumnya memang boleh. Tapi ada anjuran sebaiknya dilakukan malam hari," bebernya.

Namun, MUI tetap mengimbau kepada beberapa umat Islam yang sedang berpuasa agar melakukan vaksinasi Covid-19 di malam hari saja.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Bontang Target 53.324 Vaksin Tahap Kedua Rampung Juni Mendatang

Baca juga: Vaksin Gelombang Dua Termin II Digelar di 3 Lokasi, Satgas Covid-19 Bontang Tambah Penerima Suntikan

Sebab, ada hal yang menjadi pertimbangan, di antaranya perbedaan kondisi imun dari masing-masing orang.

Tak hanya itu, hal ini juga menghindari agar tidak ada persepsi liar yang justru semakin meragukan masyarakat terhadap vaksin sinovac.

"Iya makanya kami menyarankan biar tidak ada lagi asumsi-asumsi liar yang dipelintir orang. Jadi sebaiknya malam saja,” imbuhnya.

Berita tentang Bontang

Berita tentang Virus Corona di Bontang

Berita tentang Ramadhan 2021

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved