Berita Nasional Terkini
Markas Pemuda Pancasila Diratakan Kopassus, Ini Sejarah Korps Baret Merah yang Digagas Slamet Riyadi
Kopassus (Komando Pasukan Khusus) merupakan pasukan khusus TNI AD di bawah komando KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa
TRIBUNKALTIM.CO - Kasus pemukulan yang dilakukan anggota Pemuda Pancasila terhadap perwira Kopassus masih jadi perbincangan.
Hal itu tak terlepas dari dampak usai pemukulan tersebut, dampaknya markas PAC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung Barat rata, serta dua mobil lainnya rusak parah.
Akibat kejadian itu, Pemuda Pancasila langsung meminta maaf secara terbuka kepada Kopassus atas insiden pemukulan tersebut.
Namun, tahukah kalian mengenai Kopassus?
Kopassus (Komando Pasukan Khusus) merupakan pasukan khusus TNI AD di bawah komando KSAD Jenderal Andika Perkasa.
Kopassus memiliki kecakapan tempur baik di darat, laut dan udara.
Baca juga: TERKUAK Kronologi Perwira Kopassus Dianiaya Pemuda Pancasila, Ketua Minta Maaf usai Markas Diratakan
Baca juga: Profil Brigjen Mohamad Hasan, Danjen Kopassus Baru yang Pernah jadi Pengawal Jokowi
Dilansir dari WartaKotaLive.com, kehebatan pasukan yang bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, diakui di tingkat dunia.
Sejumlah operasi militer dan juga sosial kemasyarakatan pun telah banyak diikuti dan berhasil.
Tetapi, tahukah sejarah Kopassus sebelum menjadi pasukan yang disegani dunia seperti sekarang.
Berdasarkan website resmi Kopassus, cikal bakal pasukan komando ini berawal dari pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku.
Penggagasnya adalah Letkol Slamet Riyadi yang gugur dalam pertempuran di Ambon, Maluku.
Letkol Slamet Riyadi adalah Komandan Operasi dalam penumpasan RMS tahun 1950.
Namanya kini sering ditemui sebagai nama jalan.
Baca juga: PROFIL Brigjen Mohammad Hasan, Danjen Kopassus yang Baru, Rekam Jejak dari Aceh, Irian, Timor Timur
Baca juga: Danjen Kopassus Bongkar Kejinya Kelompok Mujahid Ali Kalora, Poso, Semua Jasad Korban Memilukan
Operasi penumpasan RMS itu dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Terirorium III Kolonel AE Kawilarang
Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No.55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal "Korps Baret Merah".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/komando-pasukan-khusus-07.jpg)