Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Berita Malinau Terkini

Anggaran Belum Cair, Pembagian Seragam Batik Gratis di Malinau Jadi Terlambat

Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau rencananya akan membagikan seragam batik gratis ke Satuan Pendidikan di Malinau.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Fureng Elisa Mou ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU- Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau rencananya akan membagikan seragam batik gratis ke Satuan Pendidikan di Malinau.

Seragam batik gratis tersebut rencananya dibagikan kepada siswa-siswi di satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Sebelumnya, Yansen Tipa Padan yang masih menjabat sebagai Bupati Malinau saat itu telah menyerahkan seragam batik gratis secara simbolis pada 7 Februari 2021 lalu.

Baca juga: Tak Kunjung Dibagikan, Orangtua Peserta Didik di Malinau Minta Kejelasan Pembagian Seragam Batik

Baca juga: Polres Malinau Verifikasi Berkas Pendaftar Anggota Polri di 3 Kecamatan Perbatasan RI-Malaysia

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Fureng Elisa Mou mengatakan, seragam tersebut akan dibagikan kepada puluhan ribu siswa-siswi di Malinau.

"Sudah diserahkan secara simbolis bulan lalu oleh Bapak Bupati. Jumlahnya ada 18.053 untuk satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP di Malinau," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (23/3/2021).

Seragam batik sekolah tersebut rencananya akan mulai didistribusikan ke satuan pendidikan pada bulan Maret 2021.

Kendati demikian, hingga saat ini program yang dianggarkan dari APBD 2021 senilai Rp 2,87 miliar tersebut belum kunjung didistribusikan.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Fureng Elisa Mou mengakui adanya keterlambatan pendistribusian seragam batik gratis.

"Kita jadwalkan bulan Maret sudah mulai distribusi. Memang sedikit terlambat dari jadwal, penyebabnya anggaran distribusi belum bisa dicairkan," ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah program Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau belum terealisasi terkendala pencairan karena adanya penyesuaian (refocusing) anggaran.

Untuk saat ini, Fureng Elisa Mou mengatakan, rencananya seragam batik tersebut akan didistribusikan terlebih dulu ke wilayah perkotaan.

"Saat ini, kami distribusikan ke satuan pendidikan di perkotaan, yang lebih mudah dijangkau. Sedangkan di daerah yang jauh harus menunggu anggaran terlebih dulu," katanya.

Berita tentang Malinau

Penulis: Mohammad Supri | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved