Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

SP Pegadaian Kalimantan Dukung Penolakan Holding untuk Pembiayaan Ultra Mikro

SP Pegadaian meminta Presiden Jokowi mengkaji ulang dan mempertimbangkan beberapa hal sebelum melanjutkan rencana pembentukan holding.

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Adhinata Kusuma
KOLASE
Penolakan rencana Holding atau perusahaan induk untuk pembiayaan ultra mikro 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gelombang penolakan rencana holding atau perusahaan induk untuk pembiayaan ultra mikro (UMi) yang menggabungkan tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mengalir.

Kali ini datang dari Serikat Pekerja (SP) Pegadaian Kalimantan.

Ketua DPD SP Pegadaian Kalimantan Muhammad Darjad menyatakan mendukung seluruh aksi DPP SP Pegadaian terhadap penolakan holding.

Termasuk mendukung aksi DPP SP melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo sebagai tindak lanjut penolakan tersebut.

"Kami mendukung langkah pemerintah terhadap aksi korporasi, namun kami sebagai operator Pegadaian, perlu juga diajak berdiskusi karena tentu kami juga punya harapan besar terhadap Pegadaian," tulisnya melalui siaran resmi, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Pegadaian Salurkan Donasi GAJIANEMAS untuk Korban Gempa Bumi Senilai Rp 293 Juta

Adapun dalam surat tersebut, SP Pegadaian meminta Presiden Jokowi mengkaji ulang dan mempertimbangkan beberapa hal sebelum melanjutkan rencana tersebut.

Beberapa hal yang menjadi sorotan dalam surat tersebut, salah satunya mengenai Pegadaian merupakan perseroan yang tidak dapat diprivatisasi.

Bukan tanpa alasan DPD SP Pegadaian Kalimantan melakukan aksi penolakan holding.

Pasalnya, ada banyak pekerja di wilayahnya yang tidak setuju dengan rencana penyatuan tiga BUMN tersebut.

Hal itu diperkuat dengan survei yang digelar Oktober 2020 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved