News Video

NEWS VIDEO Ujian Akhir Tingkat SD Digelar Tatap Muka, SD Muhammadiyah Bontang Perketat Prokes

Skema pengawasan prokes pun mengacu pada instruksi Dinas Pandidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.

Penulis: Ismail Usman |

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ujian akhir di 60 Sekolah Dasar (SD) di Bontang, berlangsung tatap muka alias luring hingga tiga hari kedepan.

Selama pelaksanaan ujian, diwajibkan seluruh pihak sekolah memperketat pengawasan protokol kesehatan, demi memastikan para murid aman dari penyebaran Covid-19.

Skema pengawasan prokes pun mengacu pada instruksi Dinas Pandidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.

Yakni, sebelum memasuki ruang ujian, setiap murid diwajibkan melakukan screening. Selama proses ujian pun harus dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan handsanitizer.

Baca juga: Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Bahkan saat sebelum dan sesudah pelaksaan ujian, para guru diharuskan lebih aktif mengawasi seluruh siswa agar tidak berkerumun selama dalam lingkungkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah Wahyudi Untoro mengungkapkan, selama proses pelaksanaan ujian ini pihaknya memanfaatkan 5 fasilitas ruangan untuk digunakan ujian. Dengan jumlah 65 murid kelas 6.

"Sebelum murid memasuki ruangan guru piket yang bertugas melakukan cek suhu badan, mencuci tangan, dimasukkan ke ruangan sterilisasi dan selanjutnya baru memasuki ruang ujian," kata Wahyudi saat ditemui di ruangan Kepala Sekolah, Senin (5/4/2021).

Ujian tatap muka dilaksanakan selama dua jam yang dilakukan secara konvensional, dengan memberikan lembaran soal serta lembar jawaban komputer (ljk).

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, PPKM Mikro jadi Kunci Kesuksesan Turunnya Angka Kasus Covid-19

Dalam dua jam waktu pelaksanaan ini pun hanya untuk satu mata pelajaran.

"Hari pertama ini siswa melaksanakan Ujian Mata pelajaran bahasa Indonesia. Yang berlangsung dari pukul 08.00-10.00 Wita jarak duduk antar siswa juga berjauhan," ujar Wahyudi.

Wahyudi juga menyebutkan, jika pelaksanaan ujian tatap muka ini disambut baik oleh seluruh orang tua murid.

"Pelaksanaan ujian tatap muka mendapatkan respons baik dari peserta didik dan wali murid, pasalnya sekolah sudah melakukan sosialisasi selama sepuluh hari sebelum pelaksanaan ujian di hari ini. Dan juga menyampaikan bahwa setiap guru sudah mendapatkan vaksin," sambungnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun di Kaltim, Ketua DPRD Makmur HAPK Minta Semua Pihak Konsisten Terapkan Prokes

Tak hanya itu, ia mengaku prokes yang digunakan pihak sekolah sebagian dari bantuan Disdikbud melalui Dinas Kesehatan. Seperti masker dan disenfektan.

"Ada suport dari Dinas terkait memberikan bantuan berupa 3 liter cairan disinfektan, masker, dan termogan pengukur suhu tubuh," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved