Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Gegara Utang Forex Pegawai KPK Nekat Embat Barang Bukti Emas 2 Kg, Kasus Perkara Korupsi Kemenkeu

Gegara utang Forex pegawai KPK nekat embat barang bukti emas 2 Kg, kasus perkara korupsi Kemenkeu.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Gegara utang Forex pegawai KPK nekat embat barang bukti emas 2 Kg, kasus perkara korupsi Kemenkeu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Terkuak motif pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) nekat gondol barang bukti emas batangan hampir 2 Kg.

Ternyata gegara utang Forex pegawai KPK nekat embat barang bukti emas 2 Kg.

Belakangan diketahui pegawai KPK berinisial IGAS mengembat barang bukti emas perkara atas nama Yaya Purnomo, mantan pejabat Kementerian Keuangan ( Kemenkeu).

Emas itu merupakan barang rampasan perkara korupsi.

Nilainya tak main-main, harga 100 gram emas ditaksir sekira Rp87 Juta, bila dikalkulasi dengan emas yang digondol seberat 2 Kg, maka IGAS memperoleh keuntungan hampir Rp2 Miliar.

Diketahui IGAS adalah anggota Satuan Tugas pada Direktorat Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi).

"Bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua jumlahnya adalah 1.900 gram, jadi 2 kilo kurang 100 gram," Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021) dilansir Kompas.com.

Baca juga: Lengkap Profil Samin Tan yang Ditangkap KPK, Kekayaannya Kalahkan Sandiaga Uno dan Aburizal Bakrie

IGAS diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang. Menurut Tumpak, IGAS memiliki utang cukup banyak akibat berbisnis.

"Sebagian dari pada barang yang sudah diambil ini, yang dikategorikan sebagai pencurian atau setidaknya penggelapan ini, digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya," kata Tumpak.

"Cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat dalam satu bisnis yang tidak jelas, forex (foreign exchange market) itu," ucap dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved