News Video
NEWS VIDEO Masyarakat Bingung Jalan Teluk Bajau Kota Samarinda Ditutup
Chandra salah satu warga melintas terpaksa harus putar balik menuju kawasan Kelurahan Mangkupalas Kecamatan Samarinda Seberang
TRIBUNKALTIM.CO- Pemerintah Kota Samarinda menutup sementara jalan kawasan Teluk Bajau, Senin (19/4/2021). Penutupan jalan tersebut dilakukan selama lima.
Sebab penutupan jalan tersebut agar petugas dapat mengangkut timbunan longsor yang menutupi sebagian jalan tersebut. Beberapa masyarakat pun mengeluh tidak dapat melintas di kawasan tersebut. Bahkan beberapa di antaranya mengaku tidak dapat informasi terkait penutupan tersebut.
Chandra salah satu warga melintas terpaksa harus putar balik menuju kawasan Kelurahan Mangkupalas Kecamatan Samarinda Seberang. Ia pun berencana kembali balik ke rumahnya yang ada di Kecamatan Sambutan.
"Terpaksa harus putar balik. Biasanya lewat stadion (Palaran) ke Simpang Pasir," ucapnya. Hal serupa juga dirasakan oleh Mala pengendara roda dua lainnya. Biasanya ia melewati jalan bagian bawah jembatan makota dua untuk menuju Palaran saat jalan tersebut tertutup longsor.
Namun jalan tersebut juga ditutup petugas. Sehingga masyarakat tidak dapat melintas kawasan tersebut. "Terpaksa harus lewat kota," ujarnya.
Baca juga: NEWS VIDEO Kehadiran European Super League, Bisa Membuat Sepak Bola dalam Situasi Bahaya
Sebelumnya Walikota Samarinda Andi Harun melakukan tinjauan ke Jalan Trikora, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Minggu (18/4/2021). Dalam tinjauan tersebut ia mengaku kesal karena lambatnya penanganan dari pihak Dinas PUPR Kalimantan Timur (Kaltim). Sebab jalur tersebut merupakan jalan milik provinsi. Sehingga otomatis perbaikan maupun penanganan jalan dilakukan langsung oleh Dinas PUPR Kaltim.
Ia mencatat beberapa poin yang membuat ia kesal. Pertama adalah proses lelang untuk penanganan kawasan jalan tersebut. Bahkan proses ini masih di unit tahapan pengadaan ataupun lelang. Rencananya bulan Mei akan mendapatkan kontraktor yang segera memperbaiki maupun menanggulangi dampak longsoran tersebut.
Kedua unit eksavator maupun dump truck dari provinsi cukup terbatas. Ia mencatat hanya satu unit eksavator dan dua unit dump truck saja. Atas pengamatannya tersebut, pihaknya akan mengirimkan dump truck dari Pemkot Samarinda pada Senin (19/4/2021) besok.
Ia pun meminta provinsi segera melakukan penanggulangan maintenance sembari menunggu proses lelang selesai. Jika tidak maka longsoran tanah terus bergulir dan menutup total akses jalan tersebut.
"Setiap hari masyarakat lewat sini ini proses baru masuk ke ulp berarti butuh proses yang cukup lama satu bulanan sementara situasi cuaca hujan bahwa Ada belasan orang jatuh sejak saya di lokasi ini. Ini tidak boleh membuat Kita menunggu sesuatu yang sangat lama," ucap pria yang menjabat sebagai ketua DPD Gerindra Kaltim ini.
Selain itu ia juga meminta Dinas Perhubungan Kaltim untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Sebab selama beberapa hari terakhir hanya pihak Dishub Kota Samarinda saja yang terus mengatur arus lalu lintas tersebut. Padahal ia sebelumnya menyampaikan jika jalan tersebut juga ada bagian tanggung jawab pemerintah provinsi untuk mengatur hal tersebut.
Tidak hanya dirinya saja yang melakukan kunjungan tersebut. DPRD Kaltim, Dinas PUPR Kota Samarinda serta Kaltim juga turut hadir dalam tinjauan tersebut.(*)