Rabu, 6 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun, Terapkan Manajemen Entrepreneur Government

Berbagai strategi dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah pasien sembuh, menurunkan angka kasus baru, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tayang:
TRIBUNKALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO
CENDERAMATA - Manajemen Tribun Kaltim menyerahkan cenderamata kepada Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun. 

PANDEMI Covid-19 masih berlanjut. Ini menjadi salah satu agenda khusus Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun untuk menekan penyebarannya. Berbagai strategi dilaksanakan untuk meningkatkan jumlah pasien sembuh, menurunkan angka kasus baru, serta meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Samarinda.

Tak hanya itu. Andi Harun juga serius dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Alasannya, Kota Samarinda yang luas dan berpenduduk hampir satu juta orang, hanya miliki PAD senilai Rp 500 miliar.

Saat diwawancarai eksklusif oleh Wakil Pemimpin Umum Tribun Kaltim, Ade Mayasanto, pada Maret 2021, wali kota mengungkapkan kiatnya menekan kebocoran sumber PAD serta akan menerapkan manajemen pembangunan berwawasan entrepreneur government. Berikut nukilannya.

Satgas merapatkan barisan juga karena angka kasus Covid-19 di Samarinda juga cukup tinggi. Lalu kemarin ketemu Kapolda Kaltim terkait Kampung Tangguh. Artinya dengan Kampung Tangguh sendiri bagaimana?

Dari data kita di Samarinda, kasus Covid-19 ini relatif terkendali di Samarinda. Kita punya rasio sekitar 0,013 artinya sekitar 1.000 penduduk ada 13 orang (yang positif).

Kita lihat rata-rata Nasional dan provinsi. Untuk provinsi Kita menempati urutan keenam. Belum lagi ketersediaan dengan antisipasi dampaknya kapasitas rumah sakit siap menjadi bagian dari fungsi penanggulangan Covid-19.

Tadi soal Kampung Tangguh Covid-19, bisa mengikuti lima agenda 28 program dan 100 aksi di dalam 100 hari kerja melalui salamperubahan.com dan ini realtime. Ini kelihatan OPD mana yang maksimal dan tidak bagus bisa kelihatan.

Untuk sekolah yang sudah kita ujicoba untuk menjadi Sekolah Tangguh Covid. Apa yang dimaksudkan tangguh covid?

Tangguh Covid ini peningkatan kapasitas perubahan kebiasaan. Misalnya yang tadinya pedagang pasar tidak terbiasa memakai masker, maka saya mewajibkan memakai masker.

Pengunjung harus diberikan fasilitas untuk cuci tangan. Kemarin mencanangkan vaksinasi di pasar. Mencanangkan lima pasar Tangguh Covid. Pasar segiri, Pasar Pagi, Pasar Sungai Dama, Pasar Rahmat, dan satu lagi saya lupa. Itu dicanangkan menjadi pasar tangguh covid. Karena kita tidak tahu sampai kapan covid berakhir. Kalau close sekolah mau sampai kapan? Sehingga kita harus akrab dengan kebiasaan baru, kita tapi dengan standar yang ketat.

Pidana sanksi Covid bagaimana?

Masih menjadi perdebatan dan dinamika, kemudian sanksinya ditingkatkan. Kenapa harus ada pidana, memang ada sebagian elemen masyarakat ada yang tidak taat kalau tidak ada alat paksa. Lain halnya dengan orang yang kesadaran tinggi, misal dilarang merokok mereka benar-benar tidak merokok di tempat yang dilarang.

Tapi ketika dikatakan barang siapa yang merokok di tempat dilarang merokok akan disanksi pidana Rp 5 juta dengan sanksi pidana kurungan enam bulan pasti enggak berani. Dia mau taat ada alat paksa. Begitupula dengan buang sampah dan seterusnya. Saya tahu itu berat tapi itu demi kepentingan bersama.

Ada program Rp 100 juta sampai Rp 300 juta, itu masuk program 100 Hari. Ini bagaimana?

Saya sebelumnya ke Kediri, karena jujur awalnya tertarik pertamakali populer di Kediri, apa iya program ini benar? Sebelum pilkada kami melakukan studi, belajar secara informal dan masyarakat bukan pemerintah kami tanya. Masyarakat di kampung kita tanya apakah program ini benar-benar bermanfaat.

Kenapa Kediri? Karena ada program Dana Prodamas Rp 50 juta di awal per RT per tahun. Kok pendapatan per kapita di sana pada tahun berikutnya melonjak drastis, begitupula dengan kesejahteraan masyarakat. Menarik dong, saya tidak gengsi (meniru).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved