Amalan dan Doa
Keutamaan Mengerjakan Sholat Dhuha, Amalan Sunnah yang Dikerjakan Pagi Hari, Ini Niat Sholat Dhuha
Inilah keutamaan mengerjakan sholat dhuha, amalan sunnah yang Dikerjalan Pagi Hari, Ini niat sholat dhuha
TRIBUNKALTIM.CO- Inilah keutamaan mengerjakan sholat dhuha, amalan sunnah yang Dikerjakan Pagi Hari, Ini niat sholat dhuha
Menjalankan sholat dhuha di hari biasa saja sudah istimewa, apalagi bila sholat dhuha di bulan suci Ramadhan.
Maka pahala, keutamaan dan keberkahan dari Allah SWT tentu lebih berlipat dari biasanya.
Sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang istimewa. Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaannya. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadhan 2021.
“sholat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan sholat witir.” (HR. Bukhari)
Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan sholat dhuha !
Mengutip laznahwanur.org, Sholat dhuha adalah sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang taat. Merutinkan sholat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.
• LENGKAP Tata Cara, Bacaan Niat Sholat Tahajud, Disertai Keutamaan Melaksanakan Sholat Tahajud
• Doa Sholat Dhuha Latin dan Terjemahannya, Niat sholat Dhuha 2 Rakaat dan Tata Caranya
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan sholat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat Dhuha karena ia adalah sholat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)
Dua Rakaat Dhuha sebagai Sedekah
“Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’
Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat sholat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”
Dari Abu Dzar al-Ghifari RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan sholat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)
Empat Rakaat Sholat Dhuha Membawa Kecukupan
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)