Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Kapal Selam KRI Nanggala Terbelah jadi 3 Bagian, Diduga Kuat Gara-gara Hal Ini, Bukan Meledak

Kapal selam KRI Nanggala terbelah jadi 3 bagian, diduga kuat gara-gara hal ini, bukan meledak.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kompas.com/Ansel Da Lopez
Ilustrasi KRI Nanggala 402. Jenderal TNI M Jusuf di atas kapal selam KRI Nanggala, Rabu (16/3/1983). Sejarah KRI Nanggala-402 yang kini berstatus On Eternal Patrol, sisa kejayaan Armada Laut Indonesia tahun 1960-an.  

TRIBUNKALTIM.CO - Kapal selam KRI Nanggala terbelah jadi 3 bagian.

Kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan di kedalaman 838 meter di perairan utara Bali.

Penyebab tenggelam lalu terbelahnya KRI Nanggala 402 masih jadi misteri.

Namun dipastikan terbelahnya kapal selam bukan karena ledakan.

Baca juga: Nathalie Holscher Menangis, Janji Satu Hal pada Ferdi, Isyarat Rujuk dengan Sule?

Untuk diketahui kapalsSelam KRI Nanggala 402 itu berhasil ditemukan pada 9.04 WITA dengan kontak visual yang dilakukan oleh Kapal MV Swift Rescue.

Dalam kontak visual tersebut, KRI Nanggala-402 ditemukan telah terbelah menjadi tiga bagian.

"Ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala, jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," kata KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dalam konferensi pers secara virtual pada Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala 402 Terbelah jadi 3 Bagian, Evakuasi Korban Pakai Robot Negara Tetangga

Baca juga: Daftar Nama Penerima BLT UMKM 2021, Ini Link eform.bri.co.id/bpum dan banpresbpum.id, Siapkan NIK

Mantan Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala-402, Laksamana Muda (Purnawirawan) Frans Wuwung dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV menyebut kapal tenggelam dan terbelah akibat sudah melewati batas maksimum kedalaman 700-850 meter.

Dengan tekanan bawah air yang begitu kuat di kedalaman 700-850 meter akan menyebabkan retak dan pecahnya lambung baja kapal.

“Kapal KRI Nanggala-402 tenggelam dan terbelah karena melewati batas maksimum kedalaman, penjelasan Panglima melewati 300 sampai ke 700 itu sudah melewati batas operasional maksimum KRI Nanggala-402," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved