Ramadhan 2021
Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan 1442 H, Catat Arti, Hukum, Niat, Tata Cara, dan Syarat Itikaf
Laksanakan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan, berikut hukum, niat, tata cara, dan syaratnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Laksanakan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan, berikut hukum, niat, tata cara, dan syaratnya.
Memasuki 10 terakhir Ramadhan 1442, banyak dimanfaatkan umat muslim untuk melakukan itikaf.
Secara terminologi itikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat dan dilakukan 10 hari terakhir Ramadhan.
Itikaf dilakukan saban bulan Ramadhan.
Tujuan itikaf adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT.
Baca juga: Olahan yang Mudah dan Praktis untuk Menu Sahur, Cara Bikin Mi Goreng Sosis Bakso
Itikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan salat.
Itikaf biasa dilakukan di dalam masjid.
Di mana aktivitasnya beribadah untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atau introspeksi diri terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukannya.
Aktivitasnya, seperti salat wajib atau sunnah, membaca al quran, berzikir, dan sebagaianya.
Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Baca juga: Malam Ini Lailatul Qadar Ramadhan 2021, Bila Sesuai Tanda Ini, Catat Amalan & Doa Malam Seribu Bulan
Pada sebuah haditsnya, Rasulullah SAW, bahkan menyatakan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beritikaf bersama beliau.
“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).
Arti itikaf
Itikaf berasal dari bahasa Arab Akafa yang berati menetap, mengurung diri atau terhalangi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Itikaf merupakan berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjuahkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rumayshocom-ilustrasi-itikaf-di-masjid.jpg)