Ramadhan 2021
Lailatul Qadar 2021 Jatuh pada Tanggal? Amalan-amalan dan Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah saat yang ditunggu-tunggu umat Muslim di bulan Ramadhan. Simak tanda-tanda malam Lailatul Qadar.
Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar adalah matahari tidak bersinar terik pada siang harinya.
Baca juga: Malam Ini Lailatul Qadar Ramadhan 2021, Bila Sesuai Tanda Ini, Catat Amalan & Doa Malam Seribu Bulan
Udara tidak terlalu panas ataupun dingin, suasana malam sangat hening dan tenang, dan bahkan tidak ada anjing menggonggong ataupun binatang yang bersuara.
Jika merasakan berbagai tanda itu dan Anda yakin bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar, maka segeralah membaca doa berikut.
Simak Doa Malam Lailatul Qadar
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."
Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.
Dalam riwayat Imam Syafi'i seperti TribunJogja.com kutip dari berbagai sumber, doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah:
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'
Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi, ada beberapa amalan yang biasa dilakukan pada Lailatul Qadar.
Meskipun kita tidak tahu secara pasti kapan datangnya Lailatul Qadar, yang penting amalan ini dilakukan selama bulan Ramadan, khususnya sepuluh terakhir Ramadan.
Baca juga: Malam ini Malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan, Keutamaan Malam Nuzulul Quran & Amalan yang Dikerjakan
Catat Juga 7 amalam malam lailatul qadar:
1. Sholat
Seperti hari-hari biasanya, salat menjadi amalan wajib yang ditunaikan bagi setiap Muslim.
Nabi Muhammad SAW seperti diriwayatkan Abu Hurairah pernah bersabda: “Siapa saja yang melaksanakan sholat saat malam Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala dari Allah, dosa-dosanya akan diampuni.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 1.901).