Berita Nasional Terkini
Debat Sengit, Argumen Fadli Zon Bela Munarman Dibantah Habis Kapitra Ampera PDIP, Tak Lapor Polisi?
Debat sengit, argumen Fadli Zon bela Munarman dibantah habis Kapitra Ampera PDIP, tak lapor polisi?
Ia menyinggung saat itu Munarman hadir sebagai perwakilan FPI pusat.
Seandainya Munarman tidak setuju dengan acara baiat itu, tentu ia akan membubarkan simpatisan FPI yang hadir.
Namun Munarman malah hadir dalam dua acara baiat lainnya.
"Dalam konteks ini, ketika Munarman berada di tempat sebagai seorang petinggi yaitu sekjen organisasi, tentunya punya pengaruh kepada para jajaran anak buahnya," papar Benny.
"Ketika pimpinan tidak setuju dengan baiat itu, pasti dibubarkan. Tetapi justru dia hadir di dua baiat berikutnya," lanjutnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa baiat tersebut dilakukan terhadap kelompok militan radikal yang telah melakukan aksi teror global.
"Yang menjadi penting, baiat ini baiat kepada ISIS," singgung Benny.
"Kita semua tahu ISIS mengikuti paham mengkafirkan semua orang di luar kelompoknya," tambahnya.
Ia mempertanyakan kemungkinan dampak baiat itu bagi penumpasan terorisme di Tanah Air.
"Di samping itu aksi kekerasan yang dilakukan semua orang tahu, ketika dia sudah berbaiat maka akan ikut dan tunduk mengikuti apa yang jadi arahan, perintah, atau fatwa dari pimpinannya," kata Benny.
"Di situlah kita semua tahu apa dampaknya," tambahnya.
Baca juga: Refly Harun Bedakan Kritis dan Teroris, Singgung Pendapat Fadli Zon Soal Munarman Dibekuk Densus 88
Penilaian Rocky Gerung
Dikutip dari Tribunnews.com, pengamat politik Rocky Gerung menilai ada maksud lain di balik penangkapan Munarman.
Hal tersebut ia sampaikan lewat akun YouTube-nya Rocky Gerung Official, Rabu (28/4/2021).
Rocky menuding penangkapan Munarman adalah hal yang dilakukan oleh penguasa guna menutupi isu-isu lain seperti korupsi.