Berita Nasional Terkini

Debat Sengit, Argumen Fadli Zon Bela Munarman Dibantah Habis Kapitra Ampera PDIP, Tak Lapor Polisi?

Debat sengit, argumen Fadli Zon bela Munarman dibantah habis Kapitra Ampera PDIP, tak lapor polisi?

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Tribunnews.com/Jeprima
Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam ( FPI ), Munarman usai menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) malam. Mantan Sekum FPI, Munarman ditangkap Tim Densus 88, rumahnya juga digeledah, alasan penangkapan pengacara Rizieq Shihab.  

TRIBUNKALTIM.CO - Politikus Gerindra Fadli Zon terlibat debat sengit dengan politikus PDIP Kapitra Ampera.

Penangkapan eks Sekum Front Pembela Islam ( FPI) Munarman, jadi materi perdebatan keduanya.

Argumen Fadli Zon yang menilai aksi Densus 88 menangkap Munarman mengada-ada, langsung dibantah Kapitra Ampera.

Diketahui, Munarman dikaitkan dengan Jamaah Ansharut Daulah yang merupakan jaringan ISIS.

Perdebatan terjadi antara Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, dan Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera.

Perdebatan keduanya bermula saat Fadli Zon buka suara soal penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Baca juga: Rocky Gerung Bongkar Motif Dibalik Penangkapan Munarman, Bagian FPI Perlu Disingkirkan, Diincar Lama

Fadli Zon menduga, Munarman memang sengaja ditangkap dengan tujuan tertentu.

Hal itu diungkapkannya dalam acara DUA SISI tvOne, Kamis (29/4/2021).

"Jangan membodohi masyarakat, kasus ini sudah banyak diungkap," kata Fadli.

"Bahkan di beberapa talkshow Munarman sudah menjelaskan berkali-kali, jelas dan detail, sudah dua, tiga tahun yang lalu."

Terkait penangkapan Munarman, menurut Fadli, itu memang sengaja dilakukan.

Pasalnya, ia menilai kehadiran Munarman dalam baiat ISIS tak bisa menjadi bukti.

"Karena itu memang dicari-cari dan diada-adakan," kata Fadli.

"Kalau itu yang menjadi bukti dan kemudian mau diseret-seret, janganlah begitu."

Tak cuma soal Munarman, Fadli juga menduga aparat juga berniat membuat citra FPI terkait dengan terorisme.

"Mungkin ini ada kaitannya dengan mau menteroriskan FPI."

"Itu enggak boleh."

Ucapan Fadli itu langsung dibantah Kapitra Ampera.

Berbeda dengan Fadli, Kapitra justru menyebut kehadiran Munarman dalam baiat ISIS sudah menjadi bukti kuat.

Ia pun menyinggung Munarman yang tak melapor ke polisi meski mengetahui adanya baiat ISIS tersebut.

"Enggak begitu, kita lihat dulu ada kehadiran Munarman, ada kejadian teroris di Makassar," sahut Kapitra.

"Pelaku yang dibaiat hadir itu ditangkap polisi karena melakukan teror."

"Seandainya dia (Munarman) hadir di baiat itu dia lapor ke polisi, teroris itu enggak bisa terjadi," tukasnya.

Bukti Munarman Terlibat ISIS

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mengungkapkan bukti eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlibat terorisme.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Prime Talk di Metro TV, Rabu (28/4/2021).

Diketahui sebelumnya Munarman ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri atas dugaan keterlibatan aksi terorisme pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Baca juga: Kenapa Munarman Tak Langsung Ditangkap Setelah jadi Tersangka pada 20 April? Ini Penjelasan Polisi

Hal itu dibuktikan dengan kehadiran Munarman pada baiat kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Makassar, Medan, dan Jakarta.

Awalnya Benny menjelaskan alasan Munarman ditangkap meskipun buktinya hanya menghadiri acara baiat.

"Muncul pertanyaan kenapa urusan baiat kok ditangkap? Pertama Makassar, kemudian Medan, kemudian UIN Jakarta," jelas Benny Mamoto.

Ia menyinggung saat itu Munarman hadir sebagai perwakilan FPI pusat.

Seandainya Munarman tidak setuju dengan acara baiat itu, tentu ia akan membubarkan simpatisan FPI yang hadir.

Namun Munarman malah hadir dalam dua acara baiat lainnya.

"Dalam konteks ini, ketika Munarman berada di tempat sebagai seorang petinggi yaitu sekjen organisasi, tentunya punya pengaruh kepada para jajaran anak buahnya," papar Benny.

"Ketika pimpinan tidak setuju dengan baiat itu, pasti dibubarkan. Tetapi justru dia hadir di dua baiat berikutnya," lanjutnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa baiat tersebut dilakukan terhadap kelompok militan radikal yang telah melakukan aksi teror global.

"Yang menjadi penting, baiat ini baiat kepada ISIS," singgung Benny.

"Kita semua tahu ISIS mengikuti paham mengkafirkan semua orang di luar kelompoknya," tambahnya.

Ia mempertanyakan kemungkinan dampak baiat itu bagi penumpasan terorisme di Tanah Air.

"Di samping itu aksi kekerasan yang dilakukan semua orang tahu, ketika dia sudah berbaiat maka akan ikut dan tunduk mengikuti apa yang jadi arahan, perintah, atau fatwa dari pimpinannya," kata Benny.

"Di situlah kita semua tahu apa dampaknya," tambahnya.

Baca juga: Refly Harun Bedakan Kritis dan Teroris, Singgung Pendapat Fadli Zon Soal Munarman Dibekuk Densus 88

Penilaian Rocky Gerung

Dikutip dari Tribunnews.com, pengamat politik Rocky Gerung menilai ada maksud lain di balik penangkapan Munarman.

Hal tersebut ia sampaikan lewat akun YouTube-nya Rocky Gerung Official, Rabu (28/4/2021).

Rocky menuding penangkapan Munarman adalah hal yang dilakukan oleh penguasa guna menutupi isu-isu lain seperti korupsi.

"Ya ini hal yang biasa dalam komunikasi politik, berita dipergunakan untuk menutupi berita kira-kira itu masalahnya," ucap Rocky.

"Kelihatannya memang Munarman sudah ditunggu supaya ada yang lebih heboh dari berita-berita yang ada sekarang ini, soal korupsi, soal pertahanan, dan yang lainnya," imbuhnya.

Rocky menilai, Munarman sejak lama dianggap sudah perlu disingkirkan karena merupakan bagian dari FPI.

(*)

Artikel ini telah tayang dengan judul Fadli Zon Didebat Politisi PDIP saat Sebut Penangkapan Munarman Diada-adakan: Mau Teroriskan FPI, https://wow.tribunnews.com/2021/04/30/fadli-zon-didebat-politisi-pdip-saat-sebut-penangkapan-munarman-diada-adakan-mau-teroriskan-fpi?page=all.

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved