Breaking News:

Serahkan Bantuan Genset 'PLN Peduli', Gubernur Kaltara dan GM PLN UIW Kaltimra Kunjungi Sungai Boh

Selain bantuan genset, PLN juga memberikan bantuan berupa dana untuk perbaikan gereja dan fasilitas ibadah masyarakat di Sungai Boh.

HO
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang dan General Manager PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto, menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) PLN senilai Rp 150 juta bagi warga Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (2/5/2021) 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang dan General Manager PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto, menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) PLN senilai Rp 150 juta bagi warga Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Minggu (2/5/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI, Deddy Yevri H. Sitorus.

"Kami memberikan bantuan genset untuk warga Desa Agung Baru dan Desa Long Lebusan. Tujuannya untuk membantu penerangan bagi warga desa, agar aktivitas masyarakat dapat dilakukan dengan lebih lancar, sambil menunggu hadirnya listrik PLN di Kecamatan Sungai Boh", kata Saleh.

Selain bantuan genset, PLN juga memberikan bantuan berupa dana untuk perbaikan gereja dan fasilitas ibadah masyarakat di Sungai Boh.

Sementara itu, Gubernur Zainal menyambut baik bantuan yang diberikan PLN.

Pemerataan listrik merupakah salah satu program kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Maka dengan bantuan ini, pihaknya berharap masyarakat mendapatkan listrik yang lebih layak, mengingat listrik PLN yang belum masuk ke Sungai Boh.

"Warga sangat antusias. Saat ini dambaan masyarakat adalah mendapatkan listrik PLN. Semoga dengan genset dari CSR PLN ini, penerangan bisa semakin layak. Sebab selama ini masyarakat hanya mengandalkan genset milik pribadi dan bantuan pemerintah", ungkap Gubernur Zainal.

Dilanjutkan oleh Gubernur Zainal, kunjungan ini sekaligus juga untuk mengajak PLN melihat langsung ke lapangan agar proyek listrik desa PLN segera masuk ke Sungai Boh.

Kata Saleh, road map listrik desa untuk Sungai Boh terdiri dari 6 desa dengan rencana penyalaan di tahun 2023.

Hal ini dikarenakan kondisi infrastruktur jalan yang belum tersedia untuk mobilisasi material ke lokasi tersebut.

Pengangkutan material harus menyusuri Sungai Mahakam, dengan rute dari Samarinda ke Long Bagun dengan waktu tempuh tiga hari, dilanjutkan perjalanan darat melalui medan yang sangat ekstrim dengan waktu tempuh satu hari.

"Kami sudah usulkan pengerjaan proyek listriknya, dan rencananya di tahun 2022 diharapkan sudah mulai dibangun. Semoga infrastruktur jalan sudah mulai dibenahi sehingga tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaannya nanti", tutup Saleh.

Dalam kunjungan kali ini, Gubernur Zainal beserta rombongan bertolak ke Sungai Boh dengan menggunakan pesawat perintis dari Kota Tarakan menuju Desa Mahak Baru.

Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan waktu tempuh hingga satu jam dan dilanjutkan dengan sepeda motor melalui jembatan gantung hingga akhirnya tiba di Desa Agung Baru dan Desa Long Lebusan. (dha)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved