Berita Nasional Terkini

TNI AL Tunggu Bantuan China Angkat KRI Nanggala, MV Swift Rescue Lihat Benda Besar Tertutup Lumpur

Kapal pencari asal Singapura MV Swift Rescue melihat benda besar tertutup lumpur di dasar laut, TNI AL tunggu bantuan China angkat KRI Nanggala 402.

Kolase TribunKaltim.co/IST
KRI Nanggala 402 - Kapal selam milik TNI AL ditemukan dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian, hal ini dinilai mirip seperti kapal selam Argentina, ARA San Juan 

Tetapi, kedalaman tenggelamnya KRI Naggala-402 ini juga jauh lebih dalam, yakni lebih dari 800 meter.

"Bahkan untuk mengangkat kapal selam seberat 1.400 ton dari dasar laut membutuhkan banyak peralatan," jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia harus menyiapkan kapal yang tepat, kemudian kapal itu harus turun ke dasar laut, dan meyelam di kedalaman 840 meter adalah jalan yang panjang.

"Mereka kemudian harus mendapatkan semacam pengapungan di kapal selam, yang biasanya berupa tas berisi solar yang kemudian dapat memberikan daya apung,” katanya.

Baca juga: Kumpulan 21 Ucapan Lebaran 2021 Berbentuk Pantun, Cocok Dibagi Lewat WhatsApp, Instagram & Facebook

Namun, Owen meragukan bahwa tas udara tersebut tidak akan bisa digunakan pada kedalaman tersebut.

“(itu tas udara) tidak berguna di kedalaman tersebut," imbuhnya.

Owen mengatakan semua yang kita tahu untuk saat ini adalah kapal selam KRI Nanggala-402 itu tenggelam, dan kita tidak akan tahu lebih banyak sampai analisis dan penelitian rinci dapat dilakukan.

“Semua bukti yang muncul hanya memperkuat bahwa itu mungkin kapal selam itu telah berakhir," katanya.

Kapal selam buatan Jerman yang berusia 42 tahun itu, sudah sembilan tahun tidak mendapatkan perbaikan sejak reparasi terakhirnya tahun 2012.

Perusahaan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd menjadi perusahaan yang melakukan perawatan kapal selam KRI Nanggala-402 terakhir pada tahun 2012.

Kapal itu mendapat perawatan selama dua tahun untuk sepenuhnya dilakukan perbaikan dan meningkatkan alusistanya.

Struktur atas kapal sebagian diganti, sementara persenjataan, sonar, radar, kontrol tempur dan sistem propulsi ditingkatkan.

Dikatakan media asal Korsel, Hankook Ilbo, pemeliharaan kapal selam harus dilakukan setiap enam tahun sekali hingga akhir perjalananya.

“Artinya pemeliharaan kapal selam (KRI Nanggala-402) belum dilakukan selama sembilan tahun,” tulisnya.

Baca juga: Kisah Cinta Bill & Melinda Gates, Suka Saling Memuji, Dirikan Yayasan Kemanusiaan Nonprofit Bersama

Media itu melaporkan, KRI Nanggala-402 dijadwalkan akan melakukan pemeliharaan pada tahun depan.

Bahkan sumber militer mengatakan kepada Hankook Ilbo bahwa "kapal selam itu tidak pernah menyelam sejak 2018."

Seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering mengatakan,

"Memang benar kami melakukan perawatan depo terakhir (KRI Nanggala 402), tapi itu sudah 9 tahun lalu dan tidak terlibat lagi sejak itu,"

Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering juga melakukan perawatan kapal selam milik Indonesia asal Jerman 'Cakra 401', pada tahun 2004.

(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kondisi Jenazah Awak Kapal Selam Nanggala 402, MV Swift Rescue Temukan Benda Tertutup Lumpur di Laut,

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved