Breaking News:

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF-Direktur BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, Jangan Follow Ustaz Berpaham Radikal

Ahmad mengatakan radikalisme banyak menjangkiti mereka yang berusia 20 sampai 39 tahun karena beberapa faktor

tribunnews
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, bersama jajaran manajemen Tribun Network 

Penanggulangan radikalisme dan terorisme, UU mengamanahkan dibagi menjadi dua strategi besar. Pertama soft approach, pencegahan. Kedua, hard approach, penindakan, law enforcement.

Kita berbicara soft approach dulu. Soft approach ini, pencegahan. Kalau kita berbicara pencegahan maka UU mengamanahkan tiga strategi. Strategi pertama adalah yang namanya kesiapsiagaan nasional.

Kesiapsiagaan nasional di sini kondisi siap siaga tidak hanya kesiapsiagaan itu bukan hanya pasukan, fisik, kesiapsiagaan anggaran, menejemen, sistem dan lain sebagainya, tapi juga lebih kepada kesiapsiagaan ideologi.
Karena akar masalah radikal terorisme ini adalah ideologi yang menyimpang. Ideologi yang mengalami distorsi.

Mayoritas masyarakat bangsa Indonesia ini moderat. Terkenal ramah, lembut, kalau dari indeks potensi tadi kan dikurangi 12,2.

Berarti sekitar 87,8. Mayoritas moderat. Karena setiap manusia punya potensi rentan keterpaparan.

Maka kita lakukan vaksinasi ideologi. Diberikan vaksinasi ideologi supaya imun kebal terhadap radikalisasi baik yang dilakukan secara langsung maupun media sosial. Itu yang pertama.

Kemudian yang kedua. Bagi mereka yang sudah terpapar dalam kadar rendah dan menengah dengan indikator dia sudah intoleran, eksklusif, anti budaya lokal.

Anti di sini adalah sikap membenci dengan membid'ahkan, menyeseatkan, bahkan mengkafirkan tradisi budaya lokal misalnya kenduri, yasinan, tahlilan, maulidan. Seperti yang terjadi di Makassar. 

Di Makassar itu, si Lukman kan awalnya dikenalnya orang baik, sabar, kemudian begitu kenalan dengan ideologi salafi wahabi takfiri kemudian dia anti terhadap tradisi budaya kearifan lokal.

Sampai orang tuanya melakukan barzanji pun dimarahi.

Halaman
1234
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved