Icip Bosque
Kuliner Ramadan di Hotel Harris Samarinda, Nikmati Gurih & Legitnya Gudeg Jogja Menu Balek Kampoeng
Kuliner Ramadan di Hotel Harris Samarinda, Nikmati Gurih & Legitnya Gudeg Jogja Menu Balek Kampoeng
Penulis: Nevrianto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kuliner Ramadan di Hotel Harris Samarinda, Nikmati Gurih & Legitnya Gudeg Jogja Menu Balek Kampoeng.
Selama bulan suci Ramadan Hotel Harris terletak di bilangan Jalan Untung Surapati Sungai Kunjang Kota Samarinda Kalimantan Timur menyajikan menu khas selera nusantara atau makanan untuk berbuka puasa dan sahur di Harris Cafe lantai M.
Balek Kampoeng, begitulah tema menu Ramadan yang disajikan Hotel Harris Samarinda. Tema tersebut diangkat karena bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19.
Masyarakat yang ingin mudik dan rindu masakan kampung halaman dapat menikmati di hotel tersebut.
"Karena ini pandemi tidak bisa mudik kita bikinlah (menu ini). Agar masyarakat bisa menikmati menu khas daerah masing-masing," ucap Marketing and Brand Manager Hotel Harris Samarinda Leonita Christi Da Silva
Menu yang disajikan pun beragam. Mulai dari menu khas Jawa Barat, Tengah maupun Jawa Timur tersaji selama bulan suci Ramadan. Tidak hanya itu saja, menu khas Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera juga tersedia.
Namun menu tersebut menyesuaikan dengan hari-hari tertentu. Contohnya menu khas Bali yang disajikan pada hari Selasa. Kemudian menu Jawa Barat disajikan pada hari Senin begitu sesuai dengan daerah yang disebutkan tadi.
Bagi para tamu menu beragam makanan dan minuman bisa didapatkan dengan harga Rp 98 ribu Rupiah. Dengan nilai tersebut dapat menikmati aneka macam menu sepuasnya. Lalu dengan pembelian 30 pax dapat satu kamar free.
Salah satu dari diantara menu berbuka puasa maupun sahur menu khas Jawa Tengah yakni gudeg dengan apetizer Salad Trancam dan Selat Solo dengan daging.
Lebih spesialnya lagi Gudeg Jogja penuh rempah.Rasanya nampak kuat dengan rempah tradisional, proses memasak berjam-jam sehingga menghasilkan tekstur yang benar-benar lembut.
Untuk isiannya Gudeg Jogja pun banyak variasi. Krecek atau kulit sapi yang dikeringkan untuk sajian makanan dibuat dengan kuahnya ada sedikit cabai sehingga warnanya merah kekuningan. Ada kacang tolo khas untuk campuran krecek.
Rasa Gudeg Jogja di lidah terasa gurih karena santan dan manis menggunakan gula Jawa atau gula aren. Manisnya alami dan legit, khas masakan Jogjakarta.
Makan khas Gudeg dengan bahan dasar buah nangka biasanya kurang jika tanpa lauk.Untuk paduan lauk yang dibuat adalah paduan tentunya nasi liwet dengan ayam Prambanan.
Tak terlupakan rasanya gulai daun singkong menggunakan rempah tradisional yang dimasak dengan proses memasak cukup lama menjadikan tekstur daun singkong lembut dilahap.
Kalau masih kurang menu Balek Kampung Tradisional juga ada daging semur. Selanjutnya menu ayam khas Prambanan digoreng agak kering dengan balutan telur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menu-balek-kampoeng-hotel-harris_4.jpg)