Kebakaran di Tarakan
Tim Pemadam Sempat Alami Insiden Kecelakaan saat Menuju Lokasi Kebakaran di Gunung Lingkas Tarakan
Ia mengimbau jika ada kebakaran, sebaiknya masyarakat jangan menumpuk untum menonton apalagi di tengah pandemi.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan sigap langsung menuju lokasi usai menerima informasi kebakaran di Kelurahan Gunung Lingkas.
Dikatakan Irwan, Kepala Seksi Operasi dan Penyelamatan PMK Kota Tarakan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 15.15 WITA.
Kemudian pada pukul 15.25 WITA personel tiba di lokasi lalu menggelar selang.
Langkah pertama yang dilakukan yakni langsung membuka dan memblokir pelebaran api menggunakan empat nozzle dari sisi kiri dan sisi kanan lokasi kejadian.
Kemudian lanjut Irwan, Ditambah armada dari mako PMK, personel langsung menggelar selang dari arah depan.
Tepat pukul 15.45 WITA lanjutnya api sudah bisa dikuasai.
"Sekitar pukul 16.00 WITA selanjutnya proses pendinginan. Api cukup besar dan cepat karenan dorongan angin makanya itu kami pakai empat nozzle memblok api agar tidsk menjalar ke mana-mana," urainya.
Total 35 orang personel dikerahkan memadamkan situasi dan ada sekitar lima unit mobil datang bergantian memadamkan kebakaran.
"Termasuk juga bantuan personel dari Pertamina. Kalau kendala tadi cuma mau masuk banyak masyarakat berkerumun," urainya.
Ia mengimbau jika ada kebakaran, sebaiknya masyarakat jangan menumpuk untum menonton apalagi di tengah pandemi.
Karena kondisi jalan sempit lanjutnya pihaknya juga sempat menyenggol taksi.
"Kami sempat mengalami kecelakaan dan menyenggol taksi karena menghalangi jalannya mobil pemadam.
Tapi kami sudah negoisasi dengan supir," urainya.
Adapun informasi awal yang diterima pihaknya, total lima rumah yang terbakar. Jumlah KK masih didata Dinsos Tarakan.
Ia juga melihat kondisi rumah sebagian besar bangunan terdiri dari papan kayu yang cepat terbakar.
"Ditambah angin kencang jadi cepat terbakar. Kami cepat blok agar tidak merembet ke belakang lebih jauh," urainya.
Adapun untuk laporan awal ia tak menemukan bekas LPG meledak. Walaupun informasi awal warga menyebutkan dugaan dari ledakan kompor yang terkoneksi LPG.
"Tapi itu informasi warga. Saya tidak lihat ada LPG dan hanya pakai gas alam dan kemungkinan kecil risiko bahaya karena sudab diblok," jelasnya. (*)
Penulis: Andi Pausiah