Virus Corona di Berau
Dinas Kesehatan Berau Sebut, Pemberlakuan Larangan Mudik Mampu Tekan Penyebaran Covid-19
Penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur terus menunjukkan tren penurunan jumlah kasus, Senin (17/5/2021).
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur terus menunjukkan tren penurunan jumlah kasus, Senin (17/5/2021).
Hingga hari ini tersisa 66 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan dari total jumlah kasus mencapai 4.446 kasus, sementara kasus kematian mencapai 99 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi menyebutkan, penurunan jumlah kasus tidak terlepas dari edaran pemerintah yang melarang masyarakat mudik sehingga mobilitas masyarakat semakin berkurang.
Baca Juga: Dapatkan Gratis Rapid Test Antigen Covid-19 Setelah Beli Tiket Lion Air dan Batik Air, Ini Syaratnya
Baca Juga: Reaksi Usai Vaksin Covid-19 Menurut Penjelasan Medis, Nyeri dan Pegal pada Lengan
"Penurunan jumlah kasus tidak terlepas dari adanya larangan mudik membuat mobilitas otomatis berkurang, kemudian Mudik kita di Berau cenderung keluar daerah dari pada yang masuk," jelas Iswahyudi.
"Namun kondisi ini masih kita pantau satu atau dua Minggu kedepan apakah yang pulang dari luar daerah bisa menimbulkan dampak atau tidak.
Jika sekarang jelas karena, posisi penerbangan yang tutup sehingga membuat pergerakan masyarakat terbatas," pungkasnya.
Baca Juga: Kematian akibat Covid-19 Tembus 270.000 Kasus di India, 24 Jam Terakhir Lebih 4.000 Orang Meninggal
Baca Juga: Tambahan Kasus Positif Covid-19 Hanya Satu Orang di Kutim, Angkanya Terus Turun karena 3 Hal Ini
Diakui Iswahyudi, setiap hari baik pasien sembuh maupun kasus baru masih terus bertambah meski jumlahnya sudah menurun.
"Penambahan memang masih ada tapi tidak banyak karena perputaran pekerja.
Namun jika di perusahaan itu tidak terlalu khawatir karena mereka memiliki mekanisme yang kuat dalam menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.
Dalam menekan penyebaran Covid-19, lanjut Iswahyudi pihaknya selalu mengacu pada instruksi pemerintah diantaranya menerapkan rem dan gas termasuk kampanye penerapan protokol kesehatan.
"Kita selalu mengacu pada perintah presiden yakni dalam menangani Covid-19 ada istilah rem dan gas, dan dengan kasus yang terjadi saat ini maka kita gas untuk membangun perekonomian masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kabupaten-berau-iswahyudi-098.jpg)