Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Paser Prioritaskan 5 Titik Perbaikan Jalan, Butuhkan Anggaran Rp 1,7 Triliun

Usai dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, dr. Fahmi Fadli dan Hj. Syarifah Masitah Assegaf gencar melakukan perbaikan infrastruktur jalan

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUN KALTIM/SYAIFULLAH IBRAHIM
Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf saat meninjau progres pengerjaan pengaspalan di Desa Desa Pengguren Jaya, Kecamatan Batu Engau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Usai dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, dr. Fahmi Fadli dan Hj. Syarifah Masitah Assegaf gencar melakukan perbaikan infrastruktur jalan dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Paser.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Paser (Wabup) Hj. Syarifah Masitah Assegaf saat melakukan peninjauan progres pengerjaan jalan yang rusak parah, penghubung dua kecamatan antara Batu Engau dan Tanjung Harapan. Selasa (18/5/2021).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus diutamakan karena merupakan akses perputaran ekonomi masyarakat.

"Karena dengan infrastruktur yang memadai mampu menyokong produktivitas, meningkatkan kemajuan wilayah, dan membuat masyarakat lebih sejahtera," jelas Wabup.

Baca juga: Tinjau Pembangunan Jalan, Wabup Paser Sebut Jika tak Ada Keluhan Berarti Progresnya Sudah Bagus

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Masitah tampak didampingi Kadis PUTR Hasanuddin, Camat Batu Engau Paulus Margita, dan jajaran pemerintah desa.

Wabup mengaskan, terdapat lima pembangunan jalan yang dicanangkan oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli yang harus mendapatkan skala prioritas.

Di antaranya adalah ruas jalan Kerang-Tanjung Aru di mana dana pembangunannya dibantu APBD kabupaten dan provinsi, DAK Kemendes, dan Bankeu.

Kedua adalah jalan poros Simpang Pait-Perkuen-Kepala Telake, ketiga Jalan poros Lolo-Biu, keempat Medik ke atas, dan terakhir adalah poros Sebakung ke atas.

"Kalau di Simpang Pait ini lagi ramai (dikeluhkan masyarakat), masih rusak parah, terutama di poros jalan Long Gelang," sebut Masitah.

Baca juga: Bahas Batas Wilayah, PPU dan Paser Sepakat ke Pusat

Namun, rencananya pekan depan akan diturunkan alat dari provinsi untuk memperbaiki infrastruktur di lokasi tersebut.

"Itu ada alokasi dana Rp 3,5 miliar yang berasal dari DAK dan Bankeu Rp 1 miliar. Lalu dari tanggap darurat, pemeliharaan rutin, insya Allah jalannya akan mulus juga. Dengan artian pembangunan jalan terus," jelas Wabup.

Masitah menyebutkan, secara keseluruhan untuk melakukan perbaikan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 1,7 triliun. 

"Ya, kalau kami mampu di angka Rp 600-700 miliar berarti sudah mencapai 50 yang teratasi. Ini akan ditangani secara bertahap dan berkesinambungan, yang tentunya dukungan anggaran provinsi serta pusat," kata Masitah.

Selain lokasi tersebut, Masitah juga meninjau progres pengaspalan di Desa Pengguren Jaya yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK).

Desa tersebut mendapatkan pengaspalan siram sejauh 1,5 km dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,5 miliar dari Kemendes RI.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved