Senin, 27 April 2026

Berita Nunukan Terkini

Perayaan Waisak di Nunukan, Umat Dibatasi 30 Persen dari Kapasitas Vihara

Perayaan Waisak 2021 jatuh pada Rabu, 26 Mei mendatang dengan tema 'Bangkit Bersatu Untuk Indonesia Maju'.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
Vihara Sasana Graha di Nunukan, Kalimantan Utara, Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kalimantan Utara.  

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Perayaan Waisak 2021 jatuh pada Rabu, 26 Mei mendatang dengan tema
'Bangkit Bersatu Untuk Indonesia Maju'.

Hari Waisak juga dianggap sebagai perayaan ulang tahun Buddha. Bagi sebagian umatnya, Waisak menjadi tanda pencerahan dari seorang Buddha, ketika ia menemukan makna hidup.

Menurut Ketua Vihara Sasana Graha di Nunukan, Roby Gunawinata, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya tetap akan melaksanakan ibadah di Vihara.

Namun, yang boleh hadir hanya pengurus dan dibatasi 30 persen dari kapasitas rumah ibadat.

Baca Juga: Trisuci Waisak 2021, Tiga Tahapan Ibadah di Vihara Dharma Cakra Tanjung Selor

Sementara, umat lainnya dapat mengikuti ibadah secara virtual.

"Sesuai instruksi dari Kemenag, untuk tahun ini kami dibolehkan untuk ibadah di Vihara. Dengan catatan 30 persen umat dari kapasitas Vihara. Kapasitas Vihara bisa sampai 100 orang. Itupun yang boleh hadir hanya pengurus. Kalau yang umat lain saya imbau secara virtual. Soalnya Kaltara ada buat ibadah secara virtual juga," kata Roby Gunawinata kepada TribunKaltara.com, Senin (24/05/2021), pukul 15.00 Wita.

Pria yang akrab disapa Roby mengatakan, puja baktinya akan digelar secara virtual se-Kalimantan Utara.

Selain itu juga, setelah detik-detik Waisak, akan ada Dhamma (ceramah) yang disampaikan oleh Ketua Sangha Theravada Indonesia (STI) melalui kanal YouTube.

Baca Juga: Tahun Ini Perayaan Waisak di Tarakan Digelar Sederhana, Dirangkaikan dengan Berbagi Sembako

"Jadi nanti hari Rabu, sekira pukul 18.00 Wita kami hadir di Vihara untuk membaca Parita (kitab suci). Sebelum detik-detik Waisak. Lalu, puncaknya itu pada pukul 19.13 Wita, karena di situlah detik-detik Waisak. Lalu dilanjutkan ceramah sekira 30 menit. Setelah itu bubar. Nggak ada ritual khusus ataupun jamuan. Kalau tahun sebelum pandemi ada jamuan di Vihara," ucapnya.

Roby menuturkan, dalam kepercayaan Buddha, acara puncak itu pada detik-detik Waisak sekira pukul 19.13 Wita.

Ada 3 kejadian yang diperingati pada detik-detik Waisak itu yakni pertama, lahirnya pangeran Siddharta pada tahun 623 sebelum masehi.

Kedua, penerangan agung pageran Siddharta menjadi Buddha di tahun 588 sebelum masehi.

Ketiga, peristiwa wafatnya Buddha Gautama (parinibbana), pada tahun 543 sebelum masehi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved