Rabu, 8 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Siap Dorong Kegiatan UMKM Perikanan

Walikota Samarinda, Andi Harun mengemukakan potensi budidaya ikan yang cukup besar di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Walikota Samarinda, Andi Harun saat melakukan peninjauan Balai Benih Ikan di kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda pada Selasa (25/5/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun mengemukakan potensi budidaya ikan yang cukup besar di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikannya pada kegiatan pemberian bantuan benih dan pakan ikan di Balai Benih Ikan kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (25/5/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Samarinda, Andi Harun menjelaskan penawaran atau supply and demand permintaan akan ikan di Kota Samarinda masih sangat dibutuhkan.

Sektor perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Samarinda.

Baca Juga: Walikota Samarinda Andi Harun Beri Bantuan Benih dan Pakan ke Kelompok Budidaya Ikan di Mugirejo

"Apalagi untuk usaha UMKM saya berjanji akan dorong, karena potensinya sangat besar," ungkapnya.

"Kita nanti akan rapat khusus bidang ekonomi terhadap kondisi perikanan sekarang," ujarnya.

"Bagaimana proyeksi yang akan kita lakukan ke depan," lanjutnya.

Walikota Samarinda juga menjelaskan lebih lanjut bahwa tidak boleh ada aset lahan pemerintah kota yang tidur dan akan didorong untuk lebih produktif.

Baca Juga: Walikota Samarinda Andi Harun Bertemu dengan Forum RT Sungai Pinang Dalam, Bahas Pro Bebaya

Menurut kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Sam Syaimun mengungkapkan bahwa kebutuhan ikan di kota Samarinda masih cukup tinggi.

Maka dari itu, katanya, masih diperlukan pengembangan pembudidayaan ikan di tempat yang lain untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Warga Kota Samarinda ini kalau hari biasa mencapai 900 ribu hingga 1 juta jiwa.

Sedangkan kalau akhir pekan bisa mencapai 1,5 juta, nggak mungkin semuanya makan daging.

Maka kita masih membutuhkan peningkatan produksi lagi untuk memenuhi kebutuhan itu," terangnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved