Breaking News:

Tidak Ada yang Lebih Penting dari Jiwa Manusia, PLN Komitmen Terapkan K3 dI PLTU Malinau 2x3 MW

Sebagai bentuk public service obligation, PLN hadir melistriki seluruh pelosok nusantara, salah satunya di ujung Pulau Kalimantan.

HO/PLN
Keberadaan PLTU Malinau yang akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mendorong roda perekonomian masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebagai bentuk public service obligation, PLN hadir melistriki seluruh pelosok nusantara, salah satunya di ujung Pulau Kalimantan.

Berlokasi di Desa Kelapis, Kecamatan Malinau Utara, PT PLN UIP Kalbagtim dengan direksi pekerjaan PT PLN UPP Kalbagtim 2 membangun PLTU Malinau 2x3 MW.

Manager PT PLN UPP Kalbagtim 2, Faal Murreyza Dundah menjelaskan, keberadaan PLTU Malinau akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mendorong roda perekonomian Kabupaten Malinau.

Baca juga: Laba Bersih PLN Teraudit Naik 38,6 Persen, Bukti Program Transformasi Berada pada Jalur Tepat

Untuk itu, sekaligus sebagai bentuk komitmen PT PLN (Persero) terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan proyek, maka penerapan K3 menjadi salah satu pengukuran keberhasilan suatu proyek dan indikator penilaian kinerja unit.

Penguatan budaya dan disiplin eksekusi K3 pada kegiatan kelistrikan untuk mencapai zero accident yang berkelanjutan telah diterapkan di seluruh proyek di bawah pengawasan PT PLN UPP Kalbagtim 2.

Mulai dari tahapan awal konstruksi hingga pelaksanaan komisioning, termasuk pada proyek PLTU Malinau 2x3 MW.

“PLN berkomitmen untuk selalu mengutamakan aspek K3 dalam penyelesaian pembangunan PLTU, salah satunya dengan meminimalisasi adanya unsafe action dan unsafe condition selama bekerja,” papar Faal.

PLTU Malinau memiliki dua unit boiler yang berfungsi sebagai penghasil uap panas dengan tekanan tinggi hingga 61,5 bar.

Baca juga: Bangkit pada Masa Pandemi, PLN Dorong Peningkatan Ekonomi UMKM

Uap itu kemudian dialirkan untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator guna membangkitkan tenaga listrik.

Terdapat potensi bahaya tinggi pada kegiatan tersebut, yakni berupa ledakan uap panas, kebakaran, tersetrum listrik, dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Diah Anggraeni
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved