Kamis, 16 April 2026

Virus Corona di Berau

DPRD Berau Gelar Rapat Bersama Dinas Pendidikan, Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali dibahas bersama oleh Komisi I DPRD Kabupaten Berau.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Komisi I DPRD Berau, melakukan rapat wacana Pembelajaran Tatap Muka (pembelajaran tatap muka) bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Kamis (3/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

Selain itu, untuk masalah kehadiran, dia mengingatkan, tidak boleh lebih dari 50 persen dalam satu kelas.

“Seluruh sekolah wajib menyiapkan termo gun, pencuci tangan dan sabun, jaga jarak antar murid juga penting,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani mengatakan akan melakukan simulasi sekolah pembelajaran tatap muka dengan memilih satu pilot project kendati belum bisa dipastikan sekolahnya.

“Sudah ada kepastian sekolah akan dibuka, sudah dari Mei lalu dirapatkan. Tapi pertimbangan tadi masih harus zona hijau yang langsung diperbolehkan,” ungkapnya.

Pihaknya juga tengah menggodok petunjuk teknis pembelajaran tatap muka. Terutama untuk sistem tatap mukanya yakni 30 persen awal, kemudian 50 persen, dan juga 100 persen.

“Hampir seluruhnya siap, kecuali Tanjung Redeb karena zona merah, masih harus diperhatikan pada kawasan zona merah ini,” tutupnya. 

Mengurangi Learning Loss

Di tempat terpisah. Pemangku kepentingan pendidikan perlu segera mengambil kebijakan sebagai bentuk mitigasi mengurangi dampak learning loss akibat pandemi Covid 19.

Apalagi pandemi ini telah menyebabkan 33 ribu siswa SD putus sekolah dan 1,2 juta siswa belum mendapatkan akses pendidikan yang layak karena imbas dari pembelajaran jarak jauh yang berkepanjangan.

Demikian hal itu disampaikan Prof Mahdum PhD, Dekan FKIP Universitas Riau dalam webinar Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Mengatasi Learning Loss yang diselenggarakan Tanoto Foundation, Senin 31 Mei 2021 yang disampaikan kepada Tribunkaltim.co melalui press rilis pada Rabu (2/6/2021).

Learning loss merupakan suatu kondisi hilangnya atau menurunnya kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik yang diakibatkan terhentinya proses pembelajaran atau proses belajar yang tidak bermakna.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, Bunda PAUD Kukar Serahkan Bantuan ke TK Negeri Pembina, Gandeng Tanoto Foundation

Menurut Mahdum, menurunnya kompetensi tersebut perlu diatasi dengan merevisi kurikulum yang berfokus pada kompetensi literasi dan numerasi, penilaian berbasis siswa.

Serta efektifitas pelaksanaan belajar dari rumah melalui peningkatan kepedulian orang tua siswa dan guru.

“Sinergitas antara dinas pendidikan, Kemenag, LPMP, PGRI, LPTK, dan lembaga filantropi serta organisasi penggerak pendidikan diyakini bisa memperkecil resiko dari penurunan learning loss,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved