Selasa, 21 April 2026

Virus Corona di Berau

DPRD Berau Gelar Rapat Bersama Dinas Pendidikan, Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali dibahas bersama oleh Komisi I DPRD Kabupaten Berau.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Komisi I DPRD Berau, melakukan rapat wacana Pembelajaran Tatap Muka (pembelajaran tatap muka) bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Kamis (3/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Wacana pelaksanan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali dibahas bersama oleh Komisi I DPRD Kabupaten Berau.

Pimpinan rapat ketua komisi I DPRD Kab Berau, Feri Kombong, menjelaskan pihaknya memanggil pihak terkait yakni dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk persiapan menjelang pembelajaran tatap muka.

“Memang sudah ada wacana untuk pembukaan di tanggal 21 Juli nanti, itu sebelumnya juga telah mendapatkan persetujuan dari kepala daerah,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (3/6/2021).

Pihaknya secara besar menyetujui adanya kegiatan tatap muka setelah berdiskusi pada teknis terkait.

Baca Juga: Cara Mengurangi Learning Loss Akibat Pandemi Covid-19 dengan Membentuk Mitigasi

Kendati ini juga masih menjadi dilema, lantaran harus menggelar ditengah adanya kasus pandemi yang masih berlangsung.

Dibahas dalam rapat tersebut, pembelajaran tatap muka tetap harus mempertimbangkan zona lokasi berada, jika di dalam kondisi zona hijau maka akan diperbolehkan langsung pembelajaran tatap muka.

Jika berada di kondisi zona kuning, diharuskan melengkapi beberapa dokumen yang penanganannya langsung pada teknis Dinas Pendidikan.

“Tidak bisa dipungkiri, jika pembelajaran tatap muka tidak segera diberlangsungkan kami punya rasa khawatir kualitas pendidikan akan turun sekali,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Dinkes Berau Ingatkan Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021 Harus Perhatikan Zona Daerah

Selain itu, Feri juga menegaskan, untuk pembelajaran tatap muka nantinya orangtua menjadi kunci utama keberlangsungan kegiatan.

Dia mengingatkan, jika orangtua memberikan larangan akibat rasa khawatir dimohon teknis terkait untuk segera mempertimbangkan hal tersebut.

Sementara itu, Feri berpesan untuk mengejar vaksinasi guru yang merupakan salah satu syarat untuk tatap muka.

“Pengawasan prokes setelah pembukaan juga harus selalu diperhatikan,” tegasnya.

Sementara itu Feri juga meminta Dinas Pendidikan melakukan simulasi terlebih dahulu, sebelum benar-benar melakukan sekolah tatap muka.

Selain itu, untuk masalah kehadiran, dia mengingatkan, tidak boleh lebih dari 50 persen dalam satu kelas.

“Seluruh sekolah wajib menyiapkan termo gun, pencuci tangan dan sabun, jaga jarak antar murid juga penting,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani mengatakan akan melakukan simulasi sekolah pembelajaran tatap muka dengan memilih satu pilot project kendati belum bisa dipastikan sekolahnya.

“Sudah ada kepastian sekolah akan dibuka, sudah dari Mei lalu dirapatkan. Tapi pertimbangan tadi masih harus zona hijau yang langsung diperbolehkan,” ungkapnya.

Pihaknya juga tengah menggodok petunjuk teknis pembelajaran tatap muka. Terutama untuk sistem tatap mukanya yakni 30 persen awal, kemudian 50 persen, dan juga 100 persen.

“Hampir seluruhnya siap, kecuali Tanjung Redeb karena zona merah, masih harus diperhatikan pada kawasan zona merah ini,” tutupnya. 

Mengurangi Learning Loss

Di tempat terpisah. Pemangku kepentingan pendidikan perlu segera mengambil kebijakan sebagai bentuk mitigasi mengurangi dampak learning loss akibat pandemi Covid 19.

Apalagi pandemi ini telah menyebabkan 33 ribu siswa SD putus sekolah dan 1,2 juta siswa belum mendapatkan akses pendidikan yang layak karena imbas dari pembelajaran jarak jauh yang berkepanjangan.

Demikian hal itu disampaikan Prof Mahdum PhD, Dekan FKIP Universitas Riau dalam webinar Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Mengatasi Learning Loss yang diselenggarakan Tanoto Foundation, Senin 31 Mei 2021 yang disampaikan kepada Tribunkaltim.co melalui press rilis pada Rabu (2/6/2021).

Learning loss merupakan suatu kondisi hilangnya atau menurunnya kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik yang diakibatkan terhentinya proses pembelajaran atau proses belajar yang tidak bermakna.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, Bunda PAUD Kukar Serahkan Bantuan ke TK Negeri Pembina, Gandeng Tanoto Foundation

Menurut Mahdum, menurunnya kompetensi tersebut perlu diatasi dengan merevisi kurikulum yang berfokus pada kompetensi literasi dan numerasi, penilaian berbasis siswa.

Serta efektifitas pelaksanaan belajar dari rumah melalui peningkatan kepedulian orang tua siswa dan guru.

“Sinergitas antara dinas pendidikan, Kemenag, LPMP, PGRI, LPTK, dan lembaga filantropi serta organisasi penggerak pendidikan diyakini bisa memperkecil resiko dari penurunan learning loss,” ujarnya.

Kebutuhan PTM Terbatas

Praptono, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru Kemendikbudristek, dalam webinar itu menyebut pemerintah berkomitmen akan menyelenggarakan pembukaan sekolah tatap muka terbatas pada Juli 2021, sebagai salah satu upaya mengatasi learning loss.

Pembukaan sekolah menurutnya tidak akan dalam bentuk massal, melainkan bertahap, dan memaksimalkan sosialisasi.

“Pembukaan sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menciptakan proses pembelajaran tatap muka yang aman bagi anak,” kata Praptono.

Kebutuhan terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah tidak bisa ditunda lagi.

Baca Juga: Dinkes Berau Ingatkan Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021 Harus Perhatikan Zona Daerah

Survei Kemendikbudristek menunjukkan sekitar 64 persen orangtua berharap anak dapat kembali ke sekolah, dan 52 persen guru berharap pembelajaran kembali normal.

"Bahkan 85 persen negara di Asia Pasifik sudah melakukan PTM terbatas. Indonesia salah satu negara yang belum sepenuhnya melakukan PTM terbatas, jadi ini merupakan hal yang harus diutamakan," jelas Praptono.

Pastikan Instrumen Protokol Kesehatan

Lukman, Kepala Dinas Pendidikan Siak, Riau menyampaikan pembukaan sekolah perlu dilakukan dengan memastikan instrumen protokol kesehatan benar-benar berfungsi.

Terlebih kabupatennya berada pada zona merah penularan Covid-19. Penyelenggaraan PTM belum akan berlangsung secara serentak.

Pemerintah Kabupaten Siak telah mengalokasikan anggaran untuk seluruh satuan pendidikan agar bisa secara bertahap menyelenggarakan PTM terbatas.

“Bantuan kepada sekolah negeri dan swasta untuk penyediaan alat dan bahan dalam rangka pencegahan Covid-19 menjadi skala prioritas,” kata Lukman.

Baca Juga: Semua Orangtua Siswa Belum Merestui, Disdikbud Bontang Tetap Gelar Pembelajaran Tatap Muka pada Juni

Untuk memudahkan siswa mengakses pembelajaran di tengah pandemi, Dinas Pendidikan Siak juga menyediakan portal pembelajaran SIAK Bedelau.

Dengan portal tersebut, guru dan siswa dapat terlayani dengan beragam fasilitas, seperti pembelajaran dan pendampingan melalui live streaming, modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik, buku-buku pelajaran, video pembelajaran, sampai berbagi karya guru.

Pembelajaran Bermakna untuk Atasi Learning Loss

Untuk mengurangi terjadinya learning loss, Golda Simatupang, spesialis pendidikan Tanoto Foundation mendorong sekolah menerapkan pembelajaran bermakna yang mendorong siswa lebih banyak mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi atau MIKiR.

Survei Tanoto Foundation pada 2.218 siswa di 454 sekolah mitra menunjukan sekitar 48,3 persen siswa senang belajar dari rumah.

Alasannnya, 41 persen siswa menyebut pembelajarannya menarik dan menyenangkan, sedangkan 31 persen siswa mengaku mendapat pengalaman belajar yang bermakna.

Jika MIKiR sudah terlaksana dengan baik maka akan timbul kemandirian belajar sehingga siswa makin terdorong untuk belajar karena minatnya bukan karena disuruh guru.

Baca Juga: Satu Sekolah Dasar di Tana Tidung Belum Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kutai Timur, Pemkab Kutim Periksa Kesiapan SD 001 Sangatta Utara

"Secara tidak langsung hal tersebut dapat mengatasi masalah learning loss yang muncul selama pandemi," jelas Golda.

Tanoto Foundation juga tengah mendesain pelatihan dengan untuk menanggulangi learning loss.

“Kami menyiapkan pelatihan untuk 840 fasilitator melakukan assessmen diagnostik pada saat PTM terbatas dimulai. Mereka dilatih untuk mengetahui level kemampuan siswa atau tingkat learning loss selama pandemi dan upaya untuk mengatasinya,” kata Golda lagi.

Buat Portal Pembelajaran Sekolah dan PTM Terbatas

Adrison Yarnis, Kepala SMP As Shofa, Pekanbaru, Riau meyakini PJJ yang dilaksanakan secara efektif dapat mengurangi dampak learning loss. Hal itu yang dilakukan sekolahnya dalam memberikan pembelajaran bermakna kepada siswanya.

Selain memanfaatkan aplikasi WhatsApp, Google Classroom, Zoom, dan beberapa aplikasi pembelajaran, sekolahnya juga membuat portal pembelajaran berbasis learning management system. Tujuannya agar siswa dapat belajar layaknya tatap muka di sekolah.

"Adanya sistem absensi, jam belajar terjadwal mulai pukul 07.00-15.30 seperti ketika belajar tatap muka, serta pembelajaran bervariasi dan kegiatan ekstrakurikuler dari rumah yang menyenangkan dan didampingi, membuat siswa tetap termotivasi untuk belajar," kata Adrison.

Sementara Sri Siswati, Kepala SDN 06 Sei Suka Deras, Batu Bara, Sumatra Utara, untuk memastikan siswanya mendapatkan akses pembelajaran, Ia menggunakan beragam pendekatan.

Mulai belajar daring, memanfaatkan siaran pembelajaran TVRI, sampai kunjungan ke rumah untuk membantu siswa belajar.

Setelah sekolahnya mendapat izin melakukan PTM terbatas dari Dinas Pendidikan, Sri membuat sosialisasi dan kesepakatan kepada orangtua agar pembelajaran dapat dilakukan dengan aman dan baik.

Siswa dibagi menjadi dua shift, menerapkan protokol kesehatan, dan guru diwajibkan untuk mendapat vaksinasi.

Penulis Renata Andini | Editor: Budi Susilo


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved