Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO BEM Farmasi Universitas Mulawarman Berkunjung ke BPOM

Sehingga BEM Farmasi Mulawarman melakukan kunjungan ke Balai Besar POM Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO- Berawal dari keresahan yang dialami oleh masyarakat dan juga mahasiswa terkait vaksin Astra Zeneca. Beberapa informasi mengenai vaksin tersebut dikabarkan mampu mengakibatkan pembekuan darah atau tromboemboli pasca vasksinasi.

Sehingga BEM Farmasi Mulawarman melakukan kunjungan ke Balai Besar POM Samarinda, Kamis (3/6/202). Pihaknya mulai  mempertanyakan keamanan vaksin AstraZeneca.

Fauzan Afandi selaku Gubernur BEM Farmasi Mulawarman mengawali diskusi dengan mempertanyakan terkait keamanan dari vaksin yang digunakan pada wilayah Samarinda. “Banyaknya vaksin yang beredar, di Samarinda sendiri menggunakan vaksin apa dan bagaimana dengan keamananya?” kata ujar Fauzan Afandi

Baca juga: NEWS VIDEO Sosok Lea Ciarachel, Gadis 14 Tahun Pemeran Istri Ketiga di Sinetron Zahra

Menjawab pertanyaan yang diberikan, kepala Balai Besar POM Samarinda Dr. Sem Lapik, Apt., Msc. menyampaikan bahwa Penggunaan vaksin di wilayah Samarinda, sama seperti daerah lain.  Serta tergantung pada distribusi yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan yang dikirim melalui PT. Biofarma.

Di Wilayah Samarinda sendiri telah menggunakan vaksin Sinovac dan yang terbaru yaitu Astrazeneca. Vaksin yang digunakan di Samarinda seperti Astra Zeneca telah terjamin keamaannya.

"Memang ada beberapa efek samping pasca divaksinasi seperti mengantuk, pusing dan sebagainya. Astra Zeneca sendiri memiliki efek samping yang sangat rendah, jika dibandingkan dengan efek farmakologis yang diberikan.” ungkapnya

Sem Lapik  mengatakan kasus pembekuan darah sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah dosis vaksin yang didistribusi pemerintah.

“Dari sekian juta dosis yang telah diberikan, baru terdapat 1 kasus pembekuan darah yang dilaporkan di Indonesia. Sehingga jika melihat analisis statistik hal ini dapat diabaikan karena perbandingannya hanya 1 banding sekian juta.” Ungkap Dr. Sem Lapik, Apt., Msc.

Sementara itu dalam rilis yang ada di website resmi BPOM juga menuliskan keputusan dari World Health Organization (WHO) Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) dan badan otoritas obat global seperti European Medicines Agency (EMA) pada tanggal 7 April 2021, manfaat Vaksin COVID-19 AstraZeneca lebih besar daripada risikonya.

Sesuai kajian yang dirilis oleh EMA pada tanggal 7 April 2021, kejadian pembekuan darah setelah pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca termasuk kategori very rare/ sangat jarang (< 1/10.000 kasus) karena dilaporkan terjadi 222 kasus pada pemberian 34 juta dosis vaksin (0,00065%). Kejadian ini jauh lebih rendah dibandingkan kemungkinan terjadinya kasus pembekuan darah akibat penyakit COVID-19 sebesar 165 ribu kasus per 1 juta (16,5%).

Halaman
12
Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved