Berita Samarinda Terkini
Tiga Tempat Wisata di Samarinda Ini Tawarkan Pesona Alam yang Menakjubkan dari Puncak Ketinggian
Masih banyak orang belum mengetahui keindahan tempat wisata baru yang ada di Samarinda. Spot objek wisata, mulai dari situs budaya, situs bersejarah,
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Samarinda merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur.
Dikutip dari Wikipedia, kota ini berpenduduk 812.597 jiwa dan memiliki wilayah seluas 718 km² dengan kondisi geografis daerah berbukit, serta ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut, sehingga Samarinda menyimpan pesona dan panaroma alam yang menakjubkan.
Masih banyak orang belum mengetahui keindahan tempat wisata baru yang ada di Samarinda.
Spot objek wisata, mulai dari situs budaya, situs bersejarah, spot foto kekinian, hingga wisata air terjun, gua dan bukit yang sangat memanjakan mata.
Berikut ini 3 wisata alam di Samarinda yang wajib dieksplore Tribunners, dan nikmati sensasi pemandangan Kota Tepian dari ketinggian:
1. Gunung Lonceng (Bukit Lonceng)

Sejak pertengahan Februari 2020 dibuka, bukit ini menyimpan sejuta potensi wisata perbukitan yang jarang ditemui di Kota Tepian, tepatnya di Jalan Dwi Kora, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kaltim.
Baca juga: Kelola Pariwisata Maratua Berau dengan Konsep Blue Economy
Destinasi wisata Gunung Lonceng kini memang sangat menjadi pusat perhatian masyarakat yang jenuh mendekam di rumah sejak diberlakukan aturan Work Form Home (WFH) di tengah masa pandemi Covid-19.
Gunung Lonceng menawarkan 5 ornamen hiasan sebagai tempat berswafoto berbentuk perahu, tangan raksasa, sarang burung raksasa, ayunan, lambang berbentuk hati (love) dan panah raksasa itu, seolah menjadi daya tarik pengunjung terlebih pemandangan hamparan Kota Samarinda yang terlihat sangat luas.
Gunung Lonceng menjadi wisata lokal baru di tengah larangan berwisata keluar kota.
2. Bukit Steling

Bertempat tak jauh dari pusat Kota Samarinda, banyak orang yang menyebut kawasan perbukitan yang terletak di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kaltim sebagai Bukit Steling.
Pemandangan yang sangat eksotis terlihat di puncak perbukitan ini.
Baca juga: Wisata Lengkap ke Kebun Ndesa di Tanah Merah Samarinda, Nikmati Makan Buah, Mancing dan Berenang
Para pengunjung yang mencoba menyusuri akan mendapatkan panorama Sungai Mahakam dan sebagian kota Samarinda.
Dari atas bukit, ia bisa melihat pemandangan pada pagi atau sore hari.
Ketika malam para pengunjung yang hadir dapat melihat warna-warni Kota Samarinda dari atas termasuk Jembatan Mahkota Dua yang berhiaskan lampu warna-warni.
Agar bisa mencapai lokasi bukit, pengunjung cukup berkendara hingga di bawah “gunung” dengan jarak tempuh 10 menit dari pusat kota.
Sesampainya di bawah bukit, barulah pengunjung berjalan kaki menaiki jalur trek menuju bukit yang tak jarang licin serta terjal ketika hujan turun.
Apalagi di waktu pagi, embun yang turun menjadi tantangan tersendiri mencapai puncak bukit.
Baca juga: Masuk Daftar Destinasi Prioritas Baru, Pulau Derawan Jadi Sasaran Pengamanan Destinasi Wisata Berau
3. Puncak Samarinda

Terletak di Jalan Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kaltim, bukit ini diklaim wisatawan sebagai puncak yang pertama kali terbitnya matahari di Kota Tepian.
Puncak tersebut memiliki tinggi sekitar 260 MDPL.
Pihak pengelola pernah mengatakan pada Tribunkaltim.co bahwa suhu di Puncak Samarinda terdingin bisa mencapai 26 derajat Celcius.
Lokasi wisata puncak Samarinda jadi titik lokasi paling dingin di Kota Samarinda.
Letak kawasan yang memanjakan mata dan pikiran itu berada di ujung Samarinda, berjarak sekitar 20 Km dari pusat kota Samarinda.
Baca juga: Nikmati Panen Buah Sambil Mancing Ikan, Kebun Ndesa Tanah Merah Samarinda Tawarkan Konsep Agrowisata
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Rahmad Taufiq