Selasa, 14 April 2026

Virus Corona

Covax Berikan Tambahan 313 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Bagi Indonesia

Indonesia kembali menerima tambahan 313.100 dosis vaksin AstraZeneca (AZ) melalui lembaga COVAX, Sabtu sore (5/6/2021).

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
VAKSINASI- Suasana Vaksinasi gelombang kedua di GOR Bela Diri Kompleks Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Indonesia kembali menerima tambahan 313.100 dosis vaksin AstraZeneca (AZ) melalui lembaga COVAX, Sabtu sore (5/6/2021) dan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Kedatangan vaksin AstraZeneca dari COVAX ini tak lepas dari kerja keras Pemerintah Indonesia yang sejak Oktober 2020 telah menjajaki kerja sama multilateral Covid-19 COVAX.

"Sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara mendapatkan vaksin Covid-19," tulis keterangan KCPEN yang diterima, Sabtu (5/6/2021).

Indonesia memperoleh jatah vaksin Covid-19 dari COVAX sebesar 3-20 persen dari jumlah penduduk.

Baca Juga: Vaksinasi AstraZeneca di Berau Tidak Ada, Dinkes Sebut Hanya Jenis Sinovac Saja

Di tengah pemerintah meningkatkan akselerasi pelaksanaan vaksinasi, menjaga ketersediaan vaksin menjadi hal yang sangat krusial.

Kedatangan ini membuat jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia menjadi 92,2 juta dosis, kumulatif dari vaksin berbentuk jadi dan bahan baku (bulk).

Dengan rincian, 3 juta dosis vaksin jadi Sinovac, 6,7 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca, dan 1 juta dosis vaksin jadi Sinopharm, serta 81,5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku.

Baca Juga: 360 Vial Sinovac Mendarat di Bontang, Vaksinisasi Sempat Terhenti, Berikut yang akan Disasar

Setelah bahan baku diolah di Bio Farma, maka keseluruhan vaksin bentuk jadi yang sudah dimiliki berjumlah 76,2 juta dosis, untuk 37,6 juta jiwa.

Belum Bersertifikat WHO dan Nasib Jamaah Haji

Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan masih menunggu kepastian terkait keberangkatan calon jamaah haji.

Sebab, sempat tersiar rencana Pemerintah Arab Saudi yang melarang calon jamaah haji Indonesia karena menerima vaksin Sinovac.

Hal itu menyusul kabar belum tersertifikasinya vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sehingga, vaksin tidak dapat dipergunakan sebagai syarat untuk mengikuti ibadah haji di Arab Saudi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved