Kamis, 4 Juni 2026

Liga Italia

Update Liga Italia: Euro 2020 Untungkan AC Milan, Tapi Inter dan Juventus Buntung, Ini Penyebabnya

Perhelatan Piala Eropa Euro 2020 ternyata membawa berkah bagi salah satu klub elite Liga Italia Serie A, yakni AC Milan

Tayang:
Twitter acmilan
Update Liga Italia: Euro 2020 Untungkan AC Milan, Tapi Inter dan Juventus Buntung, Ini Penyebabnya 

TRIBUNKALTIM.CO - Perhelatan Piala Eropa Euro 2020 ternyata membawa berkah bagi salah satu klub elite Liga Italia Serie A, yakni AC Milan.

AC Milan bisa menuai banyak keuntungan dari digelarnya ajang empat tahunan antara negara-negara Eropa tersebut.

Ketika AC Milan diuntungkan dengan Euro 2020, tapi tidak dengan dua rival Rossoneri, Inter Milan dan Juventus.

Inter Milan dan Juventus malah dirugikan dengan gelaran tersebut.

Ya, AC Milan menjadi tim yang menuai keuntungan ketimbang Inter Milan dan Juventus yang mengirimkan pemainnya untuk berlaga di Euro 2020.

Baca juga: NEWS VIDEO Gagal Dapatkan Giroud, Ibrahimovic Restui AC Milan Boyong Striker PSG

Dibandingkan dengan Inter Milan dan Juventus, Rossoneri diklaim memiliki persiapan yang lebih matang untuk kompetisi musim mendatang.

Sebagaimana yang diketahui, Euro 2020 akan berlangsung 12 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Sejumlah tim-tim Eropa akan berjibaku untuk menisbatkan dirinya sebagai yang terbaik pada turnamen empat tahunan ini.

Gelaran Euro 2020 tentu saja berimbas pada persiapan klub-klub yang merancang kekuatannya untuk kompetisi musim depan.

Sebanyak 24 timnas yang berkompetisi Euro 2020 memanggil pemain pilihannya yang tersebar di berbagai klub.

Baca juga: Gagal Dapatkan Giroud, Ibrahimovic Restui AC Milan Boyong Striker PSG

Kondisi ini diprediksi bakal mempengaruhi persiapan tim, termasuk dari gelaran Liga Italia.

Di antara Juventus, Inter Milan dan AC Milan, praktis tim terakhir yang menuai keuntungan.

Bagaimana bisa begitu?

Dilansir dari laman Milannews, Il Diavolo Rosso menjadi tim paling sedikit dalam menyumbangkan pemain yang berlaga di Euro 2020.

Ada empat amunisi Rossoneri yang saling berhadapan dalam gelaran turnamen empat tahunan ini.

Baca juga: Fokus di Liga Italia, AC Milan Dapat Berkah Euro 2020, Inter Milan dan Juventus Terancam Gigit Jari

Di antaranya ialah Hakan Calhanoglu (Turki), Simon Kjaer (Denmark), Maignan (Prancis), dan Ante Rebic (Kroasia).

Selebihnya, pemain pilar andalan AC Milan berada di AC Milan untuk mempersiapkan rangkaian pramusim untuk menyambut kompetisi 2021/2022.

Nama-nama seperti Rafael Leao, Alexis Saelemaekers, Theo Hernandez, Romagnoli, Zlatan Ibrahimovic, Franck Kessie hingga Bennacer tetap stay.

Tentu saja kondisi ini sangat membantu persiapan Stefano Pioli untuk menjalankan proyek selanjutnya.

Sebagai catatan saja, musim 2020/2021, Rossoneri dibentuk tidak untuk perebutan gelar Scudetto.

Baca juga: Info Bursa Transfer Liga Italia, Torino Tolak Tawaran Mourinho, AC Milan Gerak Lambat Buru Belotti

Target yang dibebankan oleh manajemen ialah menggaransi tiket untuk manggung di Liga Champions musim depan.

Oleh karena itu, step kedua dari proyek Pioli adalah bersaing dalam perebutan Scudetto.

AC Milan dinilai sudah sepantasnya menargetkan gelar Serie A untuk kompetisi 2021/2022.

Terlebih lagi musim lalu Inter Milan lah yang meraih gelar bergengsi tersebut.

Adu gengsi jelas dimiliki oleh Rossoneri yang merupakan tim sekota dari Nerazzurri.

Baca juga: Update Liga Italia, Gattuso Cegah Maldini Rekrut Partner Ideal Tomori di AC Milan, Juventus Berminat

Lantas bagaimana dengan skuat Inter Milan dan Juventus untuk Euro 2020.

Inter Milan lebih banyak menyumbangkan pemain ketimbang AC Milan.

Sebut saja Stefano Sensi, Nicolo Barella, Bastoni merupakan trio andalan Inter Milan yang dikirimkan untuk membela Italia.

Kemudian ada nama Ivan Perisic dan Marcelo Brozovic yang menunaikan tugas negara bersama Kroasia.

Attacante andalan Inter Milan, Romelu Lukaku bergabung bersama The Red Devils Belgia untuk menuntaskan misi meraih gelar juara Euro 2020.

Baca juga: NEWS VIDEO AC Milan Krisis Striker, Maldini Masukan 3 Nama Penyerang dalam Daftar Beli

Beralih ke Juventus, di mana lebih dari empat pemain mereka disumbangkan untuk membela timnasnya masing-masing.

Cristiano Ronaldo (Juventus), Adrien Rabiot (Prancis), Ramsey (Wales), Federico Chiesa, Chiellini, Bonuuci, Bernardeschi, (Italia).

Jika dikomparasikan, memang AC Milan menuai keuntungan dengan sedikitnya jumlah pemain yang berkiprah di Euro 2020.

Potensi adanya cedera pemain pasca Euro 2020 menjadi momok tersendiri bagi tim-tim yang menyumbangkan pemainnya.

Aturan Kontroversi Massimiliano Allegri

Tidak hanya AC Milan yang memulai persiapannya untuk Liga Italia, pelatih baru Juventus, Massimiliano Allegri juga tengah bersiap.

Namun, belum lagi memulai persiapan, tapi Allegri telah menuai kontroversi.

Kartu merah menjadi salah satu bagian yang paling tidak diinginkan ketika pesepak bola berlaga di lapangan.

Kartu merah membuat seorang pesepak bola harus terkena denda plus tidak bisa ikut bertanding di beberapa laga.

Baca juga: Deretan Pemain Muda yang Diprediksi Bersinar di Euro 2020, Termasuk Pemain Buangan AC Milan

Selain itu, terkadang setiap klub masih memberikan denda tambahan karena kesalahan ini kepada pemain yang terkena kartu merah itu.

Salah satunya adalah Juventus yang menerapkan aturan konyol di bawah kepemimpinan Massimiliano Allegri beberapa tahun silam.

Bahkan aturan ini pernah membuat Cristiano Ronaldo dan Wojciech Szczesny merugi karena harus membelikan rekan satu timnya barang-barang yang cukup mahal.

Hal ini terjadi ketika Ronaldo diusir wasit ketika berhadapan dengan Valencia beberapa musim lalu di Liga Champions.

Dia dikartu merah karena dianggap menarik rambut penggawa Valencia, Jeison Murillo.

Baca juga: Bursa Transfer Liga Italia - Gagal Dapatkan Giroud, Maldini Siapkan 3 Striker Muda untuk AC Milan

Segalanya jadi lebih buruk karena Ronaldo tak terima dan mempermasalahkan hal ini hingga selama dua bulan lamanya.

Dia menyerah pada pihak penyelenggara dan harus menerima kartu merah ini.

Karena hal tersebut, Ronaldo harus membelikan iMac untuk rekan-rekannya di Juventus dan ya setelah dua bulan, akhirnya Ronaldo membelikan iMac itu.

Hal ini diungkapkan oleh Szczesny.

"Ya, kita semua memiliki iMac. Butuh waktu yang sangat lama karena dia tidak bisa memproses kartu merah itu dan bersikeras bahwa dia tidak melakukan pelanggaran," tuturnya.

Baca juga: Update Liga Italia, Cek 3 Gelandang Liga Prancis Buruan Maldini, Kessie-Bennacer Tinggalkan AC Milan

Tak hanya dalam lapangan, di luar lapangan dan ketika tak bertanding Allegri juga menerapkan hal serupa.

Szczesny pernah terlambat latihan, kemudian dia dipanggil oleh Allegri dan disuruh untuk membelikan barang untuk rekan satu timnya.

Akhirnya dia membelikan headphone Dr. Dre Beats yang harganya cukup mahal.

"Saya pikir itu hari Selasa, tetapi ternyata hari Rabu. Allegri memanggil saya dan mengatakan semua orang sudah ada di sana. Ketika saya tiba setengah jam terlambat di lapangan pelatihan, semua orang berkata: 'oh, kami mendapatkan hadiah !" ucapnya.

Setelah kepergian Allegri, yang jadi pertanyaan adalah apakah aturan ini masih diberlakukan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Allegri Kembali, Aturan 'Nyeleneh' Ini Kembali Diterapkan di Juventus?
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul EURO 2020 Untungkan AC Milan, Persiapan Rossoneri Lebih Matang Ketimbang Inter Milan dan Juventus

Berita Liga Italia

Berita Seputar AC Milan

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved