Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Bupati Kubar Ingatkan Petinggi Kampung Hati-Hati Kelola DD dan ADK, Pastikan Tepat Sasaran

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kampung (DPMPK) terus berupaya menciptakan kampung mandiri dan

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
HO/DISKOMINFO KUBAR
Bupati Kutai Barat, FC Yapan membuka rakor petinggi Kampung se-Kutai Barat di Gedung ATJ. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kampung (DPMPK) terus berupaya menciptakan kampung mandiri dan berprestasi. 

Melalui rapat koordinasi yang digelar di gedung ATJ pada Rabu (9/6/2021) dan dihadiri para Kepala Desa/Kampung dan Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) se-Kutai Barat, 

Bupati Kutai Barat FX Yapan dalam sambutannya saat membuka kegiatan rapat koordinasi tersebut mengingatkan para petinggi kampung agar hati-hati dalam pengelolaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Kampung (ADK) sebab pemerintah akan melakukan evaluasi secara rutin guna memastikan penggunaan DD dan ADK tepat sasaran. 

"Aparat kampung baik petinggi, BPK maupun pengurus adat, selain harus bekerja sesuai tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi), juga selalu mempedomani ketentuan dan aturan yang berlaku agar tidak bermasalah dengan hukum.

Dan setiap tahun Pemerintah Kutai Barat akan selalu mengevaluasi kinerja para petinggi dan BPK terutama tentang alokasi dana kampung yang dipergunakan untuk apa saja dan harus pertanggung jawabankan," kata FX Yapan.

Baca juga: 226 Pejabat di Lingkup Pemkab Kubar Belum Laporkan Harta Kekayaan Mereka

Pada rapat koordinasi yang diikuti sebanyak 190 kepala Kampung, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung, tenaga ahli 4 kelurahan dan 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat itu, Bupati Kubar FX juga menegaskan untuk mewujudkan desa mandiri memang tidak semudah membalik telapak tangan atau mengedipkan mata, tapi dibutuhkan sebuah proses dan perjuangan dalam membangun desa mulai dari proses perencanaan dan tata kelola yang baik.

Fokus pembangunan desa/kampung, menurut FX Yapan, tentu saja harus dipertimbangkan dan dianalisa dengan matang yang lebih mengarah kebutuhan yang mendesak atau vital bagi masyarakat banyak.

“Kepada Kepala Desa/Kampung yang ada, untuk lebih memperhatikan detail-detail data yang ada di desa seperti berapa kilometer jalan yang sudah atau belum diaspal, berapa banyak siswa dan guru di sekolah dan data lainnya.

Karena detail data tersebut penting bagi pemerintah kampung untuk membuat perencanaan pembangunan desa.

Kemudian para petinggi mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong dalam membersihkan dan menjaga kebersihan kampung minimal 1 kali dalam sebulan,” ucapnya. (*)

Berita tentang Kubar

Penulis: Zainul Marsyafi | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved