Breaking News:

Tolak Pabrik Kelapa Sawit

Ketua DPRD Berau Madri Pani Angkat Suara soal Demo Warga Gunung Sari kepada Perusahaan Sawit

Demonstrasi yang dilakukan masyarakat Gunung Sari menolak salah satu perusahaan perkebunan sawit lantaran mendirikan pabrik dianggap illegal.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Demonstrasi yang dilakukan masyarakat Gunung Sari menolak salah satu perusahaan perkebunan sawit lantaran mendirikan pabrik dianggap illegal, karena belum memiliki izin, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Demonstrasi yang dilakukan masyarakat Gunung Sari menolak salah satu perusahaan perkebunan sawit lantaran mendirikan pabrik dianggap illegal, karena belum memiliki izin yang resmi membuat Ketua DPRD Berau, Madri Pani angkat bicara.

Madri menjelaskan bahwa tuntutan masyarakat tersebut secara jelas, bahwa tidak ingin ada berdirinya pabrik jika amdal, dan izin lainnya belum lengkap.

Menurutny, masyarakat pasti khawatir, jika berdiri pabriknya tersebut akan menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.

“Jika memang sudah seusia izinnya dan lainnya, saya yakin masyarakat akan terima,” ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Bupati Fahmi Fadli Ingin Kelapa Sawit jadi Sektor Andalan Paser sebagai Penyangga Ibu Kota Negara

Dengan adanya aksi yang dilakukan oleh masyarakat Gunung Sari, Kecamatan Segah ini, bukti kepedulian mereka terhadap lingkungan. Seharusnya instansi terkait berani terbuka, duduk bersama masyarakat dan perlihatkan izin-izinnya.

“Kan prosesnya jelas, amdalnya keluar, UKL – UPL nya pasti ada,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, aspirasi masyarakat bisa menjadi masukan yang baik bagi pemimpin Berau. Begitu sebaliknya, dengan adanya aspirasi masyarakat ini, pemimpin harusnya lebih teliti lagi dan berani melakukan pemeriksaan terhadap instansi terkait.

“Bagus jika ada investor masuk, bisa menambah PAD, tapi harus periksa lagi, apakah sudah sesuai dengan peraturN atau gimana, jika sesuai, tentu masyarakat akan terima, jangan sampai malah merugikan Berau,” katanya.

Baca Juga: Inilah 9 Raperda Inisiatif DPRD Kutim, Antara Lain Perlindungan Petani Swadaya Kelapa Sawit

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved