Breaking News:

Dugaan Korupsi PT MGRM Tahap II

Siapa Iwan Ratman yang Pernah Tersangkut Kasus Korupsi SKK Migas Rudi Rubiandini, Ini Profilnya

Iwan Ratman, pria yang pernah duduk sebagai pejabat SKK Migas pada era Rubi Rubiandini, pernah di cekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Iwan Ratman (kemeja putih) terlihat saat proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Kejati Kaltim kepada penuntut umum pada kejaksaan negeri Kukar.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Iwan Ratman, pria yang pernah duduk sebagai pejabat SKK Migas pada era Rubi Rubiandini, pernah di cekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bepergian ke luar negeri karena diduga terlibat kasus rasuah tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat pimpinannya.

Dikutip dari berbagai sumber pemberitaan media massa.

KPK kala itu menetapkan larangan bepergian kepada empat orang dalam kasus suap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). 

Baca Juga: Dugaan Keterlibatan Tersangka Lain Kasus Dugaan Korupsi PT MGRM, Ada Nama Keponakan Iwan Ratman

Tiga dari orang cegah dan tangkal (cekal) ke luar negeri itu tercatat sebagai pejabat SKK Migas, sedangkan seorang lainnya adalah dari rekanan SKK Migas.

Pencegahan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan KPK dalam kasus yang melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini itu. 

Tiga orang dari SKK Migas, yakni Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensar SKK Migas Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono, Kepala Divisi Komersial Gas SKK Migas Popi Ahmad Nafis.

Dan Kepala Divisi Operasi SKK Migas Iwan Ratman yang kini menjadi tersangka dalam kasus proyek tangki timbun PT MGRM di kawasan Kukar.

Sedangkan pihak swasta (rekanan) yang dicekal adalah Direktur PT Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon.

Dalam persidangan Pengadilan Tindak Pisada Korupsi (Tipikor) di Jakarta pada April 2014 lalu, Rudi Rubiandini didakwa menerima uang senilai US$ 1,42 juta dan SG$ 200.000. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved