Jumat, 8 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

ASN Kota Tarakan Wajib Pakai Batik dan Ikat Kepala Setiap Kamis, Berikut Tujuannya

Wujud komitmen Pemkot Tarakan menghidupkan produk batik khas Tarakan, setiap hari Kamis ASN wajib menggunakan batik.

Tayang:
Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Momen pagelaran batik oleh Dharma Wanita Persatuan pada Sabtu (19/6/2021) lalu. Usai kegiatan ada acara penyerahan cenderamata. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Wujud komitmen Pemkot Tarakan menghidupkan produk batik khas Tarakan, setiap hari Kamis ASN wajib menggunakan batik.

Untuk surat edaran sudah pernah dikeluarkan Wali Kota Tarakan dr Khairul.

Bahkan terbaru disampaikan Sekda Pemkot Tarakan, Hamid Amren, selain pakaian kerja menggunakan batik Tarakan, juga diwajibkan menggunakan ikat kepala.

"Ini akan diberlakukan mulai 1 Juli. Jadi setiap Kamis nanti akan memakai batik dan singel," beber Hamid Amren.

Lebih lanjut dibeberkan Hamid Amren, dengan kewajiban ASN tentu berdampak pada daya beli dan akan menumbuhkan produksi UMKM batik.

Baca juga: NEWS VIDEO Lomba Cipta Karya Busana Kembaran Batik Tarakan, Ketua PKK Harap Bisa Sampai Nasional

"Karena ada pembelinya. Ini dukungan pemerintah. Kalau ikat kepalanya disiapkan sendiri beli mandiri agar ekonomi tumbuh," ujarnya.

"Sudah masuk di edaran. Dan sudah disebarkan setiap Kamis harus dipakai," ujarnya.

Ia juga berharap selain instansi pemerintahan, juga instansi vertikal, BUMD, BUMN dan swasta juga ikut memakai batik setiap Kamis.

"Kalau instansi vertikal provinsi yang ada di Tarakan bisa juga ikut menggunakan," katanya.

"Saya kira akan banyak permintaan dan berdampak memacu pertumbuhan ekomoni lewat Batik Tarakan," ujarnya.

Baca juga: Gelar Lomba Cipta Karya Busana Kembaran Batik Tarakan, Ketua PKK: Moga Bisa Sampai Tingkat Nasional

Bentuk dukungan lainnya tambah Hamid Amren, seringnya digelar ajang lomba fashion bertema batik khas Tarakan.

Seperti belum lama ini digelar DWP Tarakan.

Menurutnya pagelaran fashion shoe batik adalah ajang promosi.

"Batik ini walaupun cukup bagus, baik, menarik kalau tidak dipromosi orang tidak tahu. Jadi harus sering dipromosi dengan berbagai even," ujarnya.

"Bulan lalu juga sudah dipromosi dengan salah satu majalah di Jakarta," urainya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved