Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona di Tarakan

Kasus Covid-19 di Tarakan Kembali Bertambah, Kasus Positif dari Pelaku Perjalanan

Penambahan kasus mulai terlihat signifikan pada Minggu (20/6/2021) lalu.Tercatat pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 12 kasus.

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Jubir Satgas Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, Selasa (22/6/2021). Jumlah kasus di Tarakan mengalami kenaikan.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN- Penambahan kasus mulai terlihat signifikan pada Minggu (20/6/2021) lalu.

Tercatat pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 12 kasus.

Angka ini cukup tinggi mengingat di hari-hari sebelumnya sempat terjadi zero kasus.

Dibeberkan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, penambahan kasus disebabkan beberapa faktor.

Pertama karena pelaku perjalanan, kemudian ada juga dilakukan tracing kasus rutin melalui pemeriksaan rapid antigen.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Disebut Lebih Mudah Menular ke Anak-anak, Apa Ciri Gejala Varian Delta

"Beberapa pemeriksaan hasil rapid antigen positif. Akhirnya ditindaklanjuti. Empat orang kemarin setelah dilanjutkan PCR hasilnya posotif," beber dr. Devi.

Selain itu, juga ada kontak erat dengan kasus sebelumnya.

Ada juga suspect dan setelah dilakukan rapid antigen hasilnya positif.

"Pelaku perjalanan ada satu orang. Keterangan pelaku perjalanan menggunakan pesawat dari luar Kaltara," ungkapnya.

Saat ini peningkatan kasus di Jakarta terus meningkat.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Ibu Kota, Buat Pemprov DKI Jakarta Tambah Fasilitas Kesehatan

Ia menilai untuk peningkatan screening di pintu masuk sebenarnya sudah diambil alih Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tarakan.

"Kalau screening itu tetap dilakukan dari KKP. Dan mereka sudah melakukan screening di pintu masuk," ujarnya.

Menyoal tindak lanjut kegiatan tracing selama ini dr Devi menambahkan, tracing tetap dilakukan.

Setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat, selalu dilakukan swab begitu juga tracing kasus terhadap kontak erat.

"Diharapkan masyarakat lakukan dan terapkan prokes 3M. Ini agar cepat memutus mata rantai penularan melihat tempat lain meningkat.

Pun lanjutnya begitu juga bagi para pelaku perjalanan. Awalnya memang mereka tidak terlihat tertular. Namun sangat berpotensi.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Bontang, Tambah Lagi 38 Orang, Dinkes Minta Warga Segera Divaksin

"Diharapkan kepada pelaku perjalanan sampai di Tarakan kalau ada demam, batuk pilek lapor ke puskesmas. Nanti akan ditindaklanjuti pemeriksaan PCR Kalau dia sudpect, demam lalu swab antigen positif maka dia bisa positif," bebernya.

Pada Senin (20/6/2021) kemarin, 12 konfirmasi positif 12 bukan keluar di hari yang sama.

"Jadi hasil swab PCR baru keluar 2-3 hari. Karena itu kesannya menumpuk karena keluar hasil bersamaan," urainya.

"Tiap hari bertambah. Untuk hari Senin kemarin sekitar empat orang dan di RSUD Tarakan hanya 3 orang dirawat.

Baca juga: Update, Anies Baswedan Akui Varian Covid-19 di Jakarta Kali Ini Beda, Beri Atensi Khusus Anak-anak

Selebihnya isolasi mandiri dan ststus OTG namun tetap dipantau puskesmas," bebernya menambahkan, untuk di RSUKT sampai hari ini tak ada yang dirawat. (*)

Berita tentang Virus Corona

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved