Berita Bontang Terkini
Pemkot Bontang Batalkan Banyak Kegiatan Akibat Pandemi, Silpa 2020 Meningkat
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Bontang 2020 kembali meningkat, lebih besar dari tahun 2019 silam.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Bontang 2020 kembali meningkat, lebih besar dari tahun 2019 silam.
Silpa 2020 tercatat mencapai Rp 262 miliar, sedangkan pada 2019 Silpa Bontang hanya Rp 181 miliar.
"Silpa 2020 lebih besar dari tahun sebelumnya," ungkap Basri Rase, Walikota Bontang, Selasa (22/06/2021).
Basri Rase menyebutkan, saat ini pihaknya belum melakukan monitoring secara mendalam terkait peningkatan Silpa di tahun anggaran 2020.
“Saya akan coba cari tahu dulu. Soalnya inikan soal tekhnis dan bicara nominal. Yang jelas semakin besar silpa itu semakin tidak bagus,” ujarnya
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sebut Lumrah Silpa Bontang 2019 Capai Rp 187,57
Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang), Amirudin Syam menjelaskan, idealnya Silpa harus berada di bawah angka Rp 50 miliar, atau di bawah persentase 10 persen.
Kenaikan Silpa ini disebabkan ada penyerapan anggaran yang tidak sesuai dengan kondisi realisasi di lapangan.
“Seperti halnya dana transfer dari pusat, awalnya kami prediksi dana itu tidak masuk ternyata dana tersebut ada masuk," jelasnya.
"Sedangkan pos belanja sudah ditentukan apa saja menggunakan APBD. Sehingga dana transfer tersebut menjadi Silpa,” terangnya.
Selain itu, efesiensi lelang juga menjadi penyebab terjadinya Silpa.
Baca juga: SilPA APBD 2019 Bontang Diprediksi Tembus Rp 300 Miliar, Ini Penyebabnya
“Efesiensi lelang pun menjadi penyebab adanya Silpa," ujar Basri.
"Misalnya, satu proyek fisik senilai Rp10 miliar. Karena ditender, kadang ada yang menawar hingga 30 persen dari pagu anggaran,” ungkapnya.
Ditambah lagi beberapa kegiatan yang sudah dianggarkan pun menjadi satu penyebab Silpa.
Misalnya rencana anggaran minum dan makan dalam kegiatan Pemkot Bontang yang dibatalkan karena Pandemi Covid-19.
Baca juga: Bencana Alam di Sulteng hingga Perpres jadi Penyebab Silpa Bontang Mencapai Ratusan Miliar
“Cukup banyak yang ditiadakan tahun 2020 lalu. Seperti mendatangkan beberapa narasumber pada kegiatan Pemkot, penjalanan dinas dan lainnya,” sebutnya.
Kedepan, pihaknya akan melakukan pencermatan pada kegiatan yang akan digelar OPD di Bontang.
Kemudian, melakukan perhitungan ulang terhadap pagu anggaran, terutama pada pembangunan fisik.
“Kami akan lakukan percepatan pembangunan terhadap anggaran yang sudah ada ini,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/basri-rase-usai-rapat-paripurna-di-dprd.jpg)