Berita Samarinda Terkini
Plt Kadisdamkar Samarinda Akui Petugas Sering Dapat Ancaman Saat Lakukan Pemadaman
Saat menangani kejadian kebakaran dengan kategori api besar umumnya petugas dibantu relawan dan warga.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru-baru ini heboh video yang mempertontonkan adegan oknum warga yang memukul, petugas pemadam kebakaran (Damkar) tepatnya di Lawas, Sarawak, Malaysia.
Video ini viral dan jadi perbincangan warganet, diketahui kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu (19/06/2021) pukul 15.18 waktu setempat.
Menerima laporan musibah kebakaran, anggota pemadam kebakaran bergegas menuju lokasi kejadian.
Dalam video yang diunggah diberbagai platform media sosial ini saat petugas sampai di lokasi, sebagian besar rumah telah hangus di lalap si jago merah.
Baca juga: Tim Puslabfor Mabes Polri Gelar Olah TKP di 2 Lokasi Kebakaran Gunung Bugis
Petugas yang tengah berusaha menjinakkan api yang masih menyala nyatanya malah dipukul oleh warga karenan dianggap lamban dalam penanganan.
Dalam video yang beredar tampak sekitar 2-3 pria menyerang tim damkar, salah satu petugas juga terlihat terjatuh usai menerima pukulan.
Petugas lain berusaha melerai, akhirnya menyemprot warga dengan air bertekanan tinggi.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Makmur Santoso, mengungkapkan, saat menangani kejadian kebakaran dengan kategori api besar umumnya petugas dibantu relawan dan warga.
Gesekan dengan warga dan petugas juga terkadang terjadi.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Perum BDI Balikpapan, Satu Orang Alami Luka Ringan
"Februari 2021 lalu di Samarinda Seberang juga petugas mendapat ancaman, tetapi tidak sampai dipukul.
Memang penting adanya unsur TNI-Polri yang membackup kami saat pemadaman api, agar kejadian seperti ini (di Malaysia) tidak terjadi dan semoga tidak terjadi hal tersebut disini," jelasnya Selasa (22/6/2021) saat dihubungi reporter TribunKaltim.Co.
Makmur Santoso tentu kecewa jika masyarakat Kota Tepian tidak kooperatif terhadap petugas damkar dan relawan saat menangani kejadian kebakaran di lapangan.
Bahkan terkadang selang untuk menuju titik api yang notabene menjadi tugas damkar dan relawan menariknya, diambil paksa oleh warga.
"Masyarakat boleh membantu. Namun akan sangat terbantu jika petugas bisa dimudahkan di lapangan. Kami (petugas damkar) serta relawan sudah diberi pelatihan penanganan kebakaran, termasuk menggunakan peralatan dan baju anti api.
Jika masyarakat memaksa memadamkan, akhirnya menjadi korban dalam peristiwa ini, itu yang tidak kami harapkan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-kebakaran_20170825_203621.jpg)