Berita Berau Terkini

Bertemu Wamentan, Bupati Sri Juniarsih Beberkan Potensi dan Sumber Daya Pertanian di Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih bertemu langsung Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi sembari memaparkan potensi dan sumber daya pertanian di

HO/HUMAS PEMKAB BERAU
Bupati Berau, Sri Juniarsih bertemu Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi di Jakarta kemarin dalam rangka berkoordinasi program unggulan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEBBupati Berau, Sri Juniarsih bertemu langsung Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi sembari memaparkan potensi dan sumber daya pertanian di Bumi Batiwakkal.

Pertemuan tersebut membawa harapan besar bagi Bupati Berau Sri Juniarsih untuk mendapat dukungan yang sesuai dengan implementasi program Kementerian Pertanian.

Dia menjelaskan Kabupaten Berau memiliki potensi besar, di antaranya padi dan jagung.

Bahkan produksi jagung Berau telah menjadi penopang utama produksi jagung di Kalimantan Timur.

Tentunya potensi ini harus terus ditingkatkan mengingat Kalimantan Timur tengah bersiap menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Baca juga: Gubernur Kaltara Ajak Berau Gabung, Wabup Gamalis Sebut Tak Mau Gegabah tapi Tetap Ada Kemungkinan

“Kita memiliki empat komoditas unggulan, padi, jagung, bawang merah dan cabe. Kita mendorong dua komoditi utama seperti padi dan jagung dapat terus dikembangkan,” ungkapnya.

Pengembangan pertanian, khususnya padi, kata bupati, masih membutuhkan dukungan infrastruktur, baik irigasi maupun jalan usaha tani.

Beberapa kawasan sentra padi, mulai Tabalar, Biatan, Sambaliung dan Gunung Tabur masih membutuhkan dukungan peningkatan sarana prasarana produksi pertanian.

“Kita mengusulkan untuk terus mendapat dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, agar sektor pertanian ini dapat terus dikembangkan karena sektor ini menjadi bagian dari visi misi pembangunan Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Berau yang menjadi sentra pengembangan jagung di Kaltim, lanjut Sri Juniarsih, telah mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat maupun Provinsi Kaltim.

Namun untuk terus mempertahankan dan meningkatkan capaian produksi jagung, bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini berharap adanya dukungan program hilirisasi.

Baca juga: Berau Ditunjuk jadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Provinsi, DPRD Beri Catatan soal Kesiapan Anggaran

Sehingga tidak hanya berhenti pada panen dan pemasaran dalam bentuk biji jagung, akan tetapi sudah bisa menghasilkan produk turunan, seperti pakan ternak maupun produksi lain berbahan baku jagung.

Sehingga petani memiliki kepastian pasar yang mudah diakses.

Melalui program kemitraan petani dengan pabrik pengolah diharapkan akan memberikan kemudahan kepada petani.

“Kami berharap ada hilirisasi dari produksi jagung ini di Berau, tentunya petani kita juga harus berkomitmen produksi jagung secara kontinyu,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wamentan, Harvick Hasnul Qolbi menyambut baik dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Bupati dan jajaran Pemkab Berau dalam mendorong pengembangan pertanian.

Usulan program akan menjadi perhatian serius.

Kementan yang tentunya ditindaklanjuti dengan penyampaian secara lengkap dan akan ditindaklanjuti dengan tim kecil

Kementerian Pertanian bersama Pemkab Berau terkait pengembangan program yang telah ditetapkan.

Keseriusan Pemkab Berau ini, diharapkan Wamentan, dapat terus memacu kemajuan pertanian, terutama dalam program yang menciptakan minat pertanian bagi kaum milenial.

Pasalnya keterlibatan generasi milenial pada pertanian penting untuk keberlanjutan program pengembangan.

Saat ini diakui sektor pertanian mayoritas dikerjakan para orangtua bahkan yang lanjut usia sehingga dengan berbagai program termasuk pola kemitraan diharapkan menjadi minat bagi kaum milenial terjun di dunia pertanian.

Berita tentang Berau

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved