Timnas Indonesia
Tak Mau Tertinggal dengan Negara ASEAN Lainnya, Thailand Bakal Ikuti Langkah Timnas Indonesia
Timnas Indonesia boleh babak belur di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia lalu, namun ternyata metode Timnas Indonesia bakal diikuti oleh Thailand
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO - Timnas Indonesia boleh babak belur di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia lalu, namun ternyata metode Timnas Indonesia bakal diikuti oleh Timnas Thailand.
Timnas Thailand memang bernasib sama dengan Timnas Indonesia, namun Thailand masih sedikit unggul karena mampu meraih kemenangan selama jalannya kualifikasi Piala Dunia 2022.
Walaupun sama-sama gagal melaju ke babak berikutnya, tetapi metode yang diterapkan skuat asuhan Shin Tae-yong saat ini bakal jadi acuan bagi Timnas Thailand.
Keinginan untuk mengikuti jejak Timnas Indonesia itu disuarakan oleh pendukung Timnas Thailand, mengenai program naturalisasi.
Bahkan, suporter Timnas Thailand mendesat FAT (federasi sepak bola Thailand) untuk segera memulai program naturalisasi seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya, tak terkecuali Indonesia.
Baca juga: Fokus Shin Tae-yong Terpecah Pada Dua Event Besar, Perjalanan Timnas Indonesia Makin Berat
Untuk diketahui, Thailand hingga kini tak mau menaturalisasi pemain untuk menambah kekuatan tim nasionalnya.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, timnas Thailand "hanya" diperkuat dua pemain keturunan.
Sepasang pemain blasteran itu adalah bek kelahiran Jerman, Manuel Tom Bihr, dan bek sayap kelahiran Spanyol, Ernesto Phumipha.
Sebelumnya, skuat Thailand juga sempat dihiasi pemain keturunan seperti Tristan Do dan Charyl Chappuis.
Oleh karena itu, suporter timnas Thailand tampak mendesak federasi sepak bola Thailand untuk melakukan langkah naturalisasi.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2023, Shin Tae-yong Panggil 144 Pemain Sekaligus ke Timnas Indonesia
Naturalisasi pemain telah lebih dulu diawali oleh negara rival seperti Singapura, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia.
Media Thailand, Siam Sport, melaporkan terdapat satu bek asing di Liga Thailand yang telah bersedia memperkuat tim Gajah Putih.
Bek asing tersebut yaitu Victor Cardozo, pilar lini belakang klub juara Thai League 2020/21 BG Pathum United.
"Kenapa tidak?" demikian jawab Victor Cardozo saat ditanya netizen Thailand soal kemungkinan naturalisasi.
Siam Sport juga mengungkap salah satu penyebab kegagalan Thailand bersaing di Asia adalah kehadiran pemain naturalisasi di tim rival.
Baca juga: Jalan Terjal Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2023, Fokus Shin Tae-yong Terpecah
"Tim-tim Asia yang mengalahkan Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2022 telah diperkuat pemain naturalisasi," tulis Siam Sport (20/6/2021).
"Juga, (naturalisasi pemain) dapat meningkatkan kualitas tim."
Di Grup G, terdapat Uni Emirat Arab yang memiliki Sebastian Tagliabue dan Fabio Lima.
Timnas Malaysia juga mengerahkan pemain naturalisasi seperti Guilherme de Paula, Mohamadou Sumareh, hingga Liridon Krasniqi.
Timnas Thailand asuhan Akira Nishino bertengger di peringkat keempat Grup G, hanya lebih baik dari Indonesia.
Baca juga: NEWS VIDEO 144 Pemain Dipanggil untuk Timnas Indonesia, Persiapan Piala Dunia U-20
Realita tersebut barangkali bisa mendesak federasi sepak bola Thailand (FAT) untuk memulai program naturalisasi pemain.
Sementara itu, PSSI telah memastikan Ezra Walian sebagai pemain naturalisasi terbaru yang sah memperkuat timnas Indonesia (14/6/2021).
Timnas Indonesia kembali Kalah dari Vietnam
Vietnam memiliki catatan bagus dalam statistik terbaik fair play di Asia Tenggara pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Vietnam menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Baca juga: Shin Tae-yong Beraksi Lagi, 144 Pemain Dipanggil untuk Timnas Indonesia, Persiapan Piala Dunia U-20
Vietnam juga menjadi tim teratas Asia Tenggara dalam hal fair play dalam turnamen tersebut.
Tim besutan Park Hang-seo hanya menerima sembilan kartu kuning sepanjang delapan pertandingan putaran kedua.
Rata-rata satu kartu kuning per pertandingan.
Empat Pertandingan tidak ada kartu kuning.
BolaSport.com melansir dari Vn Express, menurut Asian Football Confederation (AFC), kartu kuning akan membuat tim kehilangan satu poin, merah tidak langsung (dua kartu kuning dalam satu pertandingan) tiga poin, dan empat untuk kartu merah langsung.
Baca juga: Timnas Indonesia Selevel dengan Guam dan Kamboja, Skuat Shin Tae-yong Dilabeli Tim Gurem di Asia
Dengan itu, poin fair play Vietnam pada putaran kedua adalah -9, disusul Thailand dan Filipina (-11).
Indonesia berada di posisi ketiga Asia Tenggara (-13).
Tim dengan peringkat terendah adalah Malaysia (-20) dan Myanmar (-21).
Vietnam lolos ke putaran ketiga dengan menempati satu dari empat tim runner-up terbaik.
Tim berjulukan The Golden Dragons itu finis sebagai runner-up Grup G di bawah Uni Emirat
Arab.
Baca juga: Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia dengan 2 Calon Lawan di Kualifikasi Piala Asia 2023
Pada putaran ketiga, 12 tim akan dibagi menjadi dua grup yang masing-masing terdiri dari enam tim.
Dua tim teratas masing-masing grup akan lolos ke Piala Dunia 2022. Dua tim peringkat ketiga melaju ke play-off.
Sementara Indonesia yang finis sebagai juru kunci Grup G akan bermain di play-off kualifikasi Piala Asia 2023. (*)