Berita Balikpapan Terkini
Layanan Kanker Terpadu RSUD Kanujoso, Fasilitas Radioterapi Pertama di Balikpapan
Secara umum, kanker dipahami sebagai penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat merusak sel normal
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Secara umum, kanker dipahami sebagai penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat merusak sel normal di dalam tubuh.
Hingga saat ini, kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia.
Di Indonesia, hal tersebut salah satunya disebabkan oleh masih kurangnya upaya deteksi dan pencegahan dini, sehingga seringkali pasien baru berobat ketika penyakit kankernya sudah memasuki stadium lanjut.
Dokter David Andi Wijaya, Sp.Onk.Rad, dari Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, menjelaskan jika pelayanan onkologi membutuhkan 3 pilar penting, yaitu bedah, kemoterapi dan radioterapi, Sabtu (26/6/2021).
Sejauh ini, khusus untuk layanan radioterapi di Kalimantan Timur hanya tersedia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.
Baca juga: JANGAN Anggap Sepele, Buah Sawo Bisa Jadi Obat Alami 10 Penyakit Ini, Detoks Tubuh & Obati Kanker
Sehingga dalam waktu dekat, peluncuran fasilitas radioterapi akan menjadikan RSUD Kanujoso sebagai RS pertama di Balikpapan yang memiliki fasilitas tersebut.
"Fasilitas yang berlokasi di gedung kanker terpadu (gedung Lavender) RSUD Kanujoso ini nantinya akan melengkapi dua pilar lainnya sebagai sebuah pelayanan kanker terpadu," ujarnya.
Kendati merupakan salah satu pilar penting dalam proses pengobatan pasien kanker, dr David mengatakan nanti penentuan kombinasi pengobatan di antara ketiga modalitas tersebut akan tetap bergantung dengan stadium kanker dan kondisi pasien.
"Untuk kanker leher rahim stadium dini misalnya, hanya akan dilakukan pengangkatan dengan metode bedah saja," ujarnya.
"Tapi untuk kasus seperti kanker payudara stadium lokal lanjut, perlu dilakukan pembedahan, kemoterapi, dan diikuti dengan radiasi," jelasnya.
Baca juga: Berikan Pelayanan Kanker Komprehensif, RSUD AWS dan RS Dharmais Jakarta Siap Jalin Kerja Sama
dr David mengungkapkan metode radiasi memiliki peran besar dalam pengobatan kanker.
Menurutnya dalam pendekatan paling konservatif, sebanyak 50 persen kasus kanker membutuhkan radioterapi, hal serupa bahkan dalam persentase yang lebih besar pun berlaku untuk Indonesia.
"Berdasarkan perhitungan Badan Atom Internasional (IAEA), idealnya dibutuhkan minimal 1 center radioterapi untuk 1 juta penduduk," jelasnya.
"Sehingga jika dihitung jumlah penduduk Balikpapan dan beberapa kabupaten di sekitarnya, fasilitas radioterapi memang sangat dibutuhkan di kota ini," terang dr David.
Ia juga mengatakan jika fasilitas tersebut nantinya akan menampung sekitar 30 hingga 40-an pasien setiap hari.
Baca juga: Suka Makan Jambu Biji, Ini Manfaat kesehatan dari Buah dan Daun Jambu Biji, Miliki Efek Anti Kanker
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/webinar-kanker-di-kanujoso.jpg)