Rabu, 8 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Tahun Ini Jaringan FO Mulai Beroperasi, CCTV Sudah Terpasang di Jalan Protokol Tarakan

Tahun ini Perumda Telekomunikasi membangun fiber optik (FO) di Tarakan sebagai upaya mendukung konsep smart city.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pemasangan CCTV di Kantor Polres Tarakan sebagai upaya pemantauan dan pengawasan aktivitas keluar masuk orang. Ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap aksi terorisme yang menyasar aparat kepolisian. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tahun ini Perumda Telekomunikasi membangun fiber optik (FO) di Tarakan sebagai upaya mendukung konsep smart city.

Dibeberkan Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes, pembangunan FO sudah dimulai tahun lalu. Perumda Telekomunikasi membangun FO sekitar 15 kilometer panjangnya dan melewati beberapa OPD.

"Kita memang utamakan di internal Pemkot Tarakan. Walaupun nanti dalam pengembangannya juga bisa dimanfaatkan oleh swasta atau instansi vertikal lainnya yang ingin memanfaatkan itu," ungkap dr Khairul.

Harapannya lanjut dr Khairul, dengan FO atau jaringan yang dibangun sendiri itu koneksi internetnya akan jauh lebih baik.

Selain itu, dalam rangka konteks smart city nanti ada juga rencana untuk pengembangan CCTV.

Baca juga: Jaringan Telekomunikasi di Kaltara Telah Gunakan Fiber Optik

"InsyaAllah dengan FO ini tahun ini di beberapa titik itu juga dipasang CCTV dengan mengakses kabel FO itu," ungkapnya.

Dengan keberadaan CCTV tersebut tentu bisa memantau publik, lalu lintas, kejahatan dan termasuk itu juga kebersihan.

"Kalau ada buang sampah sembarangan di titik yang terlihat CCTV, bisa dipantau. InsyaAllah dari FO itu akan dikembangkan lagi," urainya.

Lebih lanjut dijelaskan dr Khairul, di tahun ini ada beberapa titik yang sudah terpasang CCTV daerah-daerah protokol.

"Saya minta tadi supaya bisa diakses melalu FO ini," cetusnya.

Baca juga: Spesialis Pencuri Kabel Fiber Optik Dibekuk Polsek Samarinda Seberang, Beraksi di 10 TKP

Untuk OPD, ada sekitar 25 OPD yang juga sudah terpasang.

Sisanya 11 OPD belum rampung karena masih menggunakan sistem lama.

Tujuan utama pemasangan CCTV ini agar semua aktivitas bisa terkontrol dengan sistem ini.

"Kita bisa mengontrol semua OPD. Harapannya di jam kerja tidak ada lagi yang menggunakan bandwitch ini untuk main game, main FB apalagi main judi online. Jadi selama jam kerja memang betul-betul dipakai untuk kepentingan dinas," tegasnya.

Untuk OPD, dikenakan biaya pemasangan. Satu titik memakan anggaran Rp 2 juta per bulannya dengan kecepatan 2 bits per second (bps) baik upload dan download.

Baca juga: Dalam 5 Bulan Polsek Tarakan Barat Terima 7 Laporan Pencurian, CCTV Warga Bantu Temukan Jejak Pelaku

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved