Berita Penajam Terkini
Anggota Komisi II Usulkan ASN di PPU Diwajibkan Konsumsi Beras Lokal
Para petani di Kecamatan Babulu saat ini memiliki permasalahan terkait pemasaran padi milik petani setempat.
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati meyuarakan permasalahan yang dihadapi para petani, yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) dari Kecamatan Babulu.
Dikatakan Sujiati, para petani di Kecamatan Babulu saat ini memiliki permasalahan terkait pemasaran padi milik petani setempat.
"Mereka ada kendala bahkan gilingan (jasa penggilingan) tidak berani mengambil dari petani lagi, karena permintaan beras terbatas untuk penerimaan berasnya. Akhirnya saat ini beras numpuk di penggilingan-penggilingan yang ada. Intinya pasaran beras ini kurang," kata Sujiati, Senin (28/6/2021).
Baca juga: Pemilihan Duta Budaya PPU, Peserta Harus Miliki Wawasan Musik dan Tari Tradisional
Dilanjutkan Sujiati, bahkan banyak beras yang saat ini menumpuk di penggilingan padi karena tidak laku dipasaran.
Selain itu, kendala yang dihadapi petani kepada Bulog.
"Kalau pasar jual murah kan gak mungkin untuk petani kita. Yang kedua ternyata Bulog ini kadang buka kadang tutup karena pengambilan beras sangat terbatas," ujarnya.
Wanita satu-satunya yang menduduki dewan ini berharap kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan perhatian penuh kepada para petani.
Baca juga: Kuota Pupuk Subsidi Dipangkas, Mantan Anggota DPRD Minta Pemkab PPU Alokasikan Anggaran buat Pupuk
Terlebih Kabupaten PPU telah disebut sebagai lumbung padi khusunya di wilayah Kecamatan Babulu.
"Harapannya pemerintah itu memperlihatkan mereka. Saya juga menginginkan untuk dibuatkan perda yang mengatur terkait dengan ASN (Aparatur Sipil Negara, read) mengkosumsi beras lokal, biar beras mereka tercover," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anggota-dprd-ppu-sujiati0.jpg)