Rabu, 22 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Bawaslu RI Buat Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Samarinda, Demi Pemilu Bersih dan Sehat 2024

Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia membuat program sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) di seluruh Indonesia

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
PENDIDIKAN POLITIK - Bawaslu RI mengadakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang dibuka mulai Senin (28/6/2021). Diharapkan melalui kegiatan ini Bawaslu RI ingin Pemilu 2024 berlangsung bersih dan damai. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia membuat program sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Acara sekolah kader dibuka secara resmi pada Senin (28/6/2021).

Agenda pembukaan SKPP Kota Samarinda diadakan di Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda yang turut dihadiri Walikota Samarinda, Andi Harun.

Dalam kesempatannya, Komisioner Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Baca juga: Bawaslu Samarinda Minta Andi Harun-Rusmadi Tunaikan Janji Politiknya ke Masyarakat

Dia menjelaskan bahwa program SKPP ini termasuk dalam program prioritas Bawaslu RI.

Namun menurutnya dengan keadaan anggaran yang masih terbatas, maka kegiatan ini masih dilaksanakan secara terbatas.

Dan baru dapat menjangkau beberapa daerah tertentu, termasuk Kota Samarinda.

Program SKPP ini adalah program prioritas Bawaslu RI untuk mengembangkan pengawasan partisipatif dari masyarakat pada saat pemilu.

Baca juga: NEWS VIDEO Evaluasi Terhadap Panwascam, Ketua Bawaslu Samarinda Sebut Adanya Pelanggaran Prokes

"Kita harapkan di waktu yang akan datang, program ini dapat dijalankan secara mandiri oleh lembaga-lembaga," katanya.

Dan institusi di daerah masing-masing. "Sehingga kesadaran pengawasan pemilu bukan hanya menjadi milik Bawaslu," ungkap Ratna.

Ratna menyebutkan, sejatinya objek sasaran kecurangan pemilu adalah pemilih itu sendiri yakni masyarakat.

Warga Perlu Terlibat Aktif

Maka ia mengharapkan dalam rangka menciptakan suasana pemilu yang sehat dan kondusif, masyarakat juga terlibat aktif dalam pengawasan rangkaian proses pemilu.

Salah satunya melalui program SKPP.

Terutama pada pemilu tahun 2024, yang akan dilaksanakan pemilihan umum legislatif, presiden hingga kepala daerah dalam satu tahun tersebut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved