Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Gejala yang Timbul jika Terinfeksi Covid-19 Varian Delta, Termasuk pada Anak-anak

Salah satu penyebab tingginya kasus Virus Corona ditenggarai karena menyebarnya varian delta.

Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Heriani AM
Freepik designed by starline
Ilustrasi Virus Corona. Berikut ciri-ciri gejala Covid-19 varian delta yang kini sudah menyebar di Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyebaran Covid-19 mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu penyebab tingginya kasus Virus Corona ditenggarai karena menyebarnya varian delta.

Varian dari India in diketahui sudah masuk ke Indonesia dan menyebar ke berbagai wilayah  

Varian ini diketahui sangat mudah menular.

Covid-19 varian delta juga  punya gejala yang berbeda dibandingkan varian-varian sebelumnya.

Karena itu banyak masyarakat yang tidak sadar jika terkena Covid-19.  

Baca juga: Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono Jadi Sorotan Tuding Ada Mafia Pasien Buat Angka Covid-19 Melonjak

Virus Corona varian Delta atau B.1.617.2 (penamaan dari WHO) kini menjadi varian yang dominan dan menarik perhatian dunia. Varian ini memiliki kemampuan lebih menular dan memicu pasien yang terinfeksi mengalami gejala yang parah.

Kepala petugas Kesehatan Queensland, Dr Jeannette Young mengatakan, varian Delta diindikasi dapat menular melalui kontak dengan durasi sekitar 5-10 detik saja.

Apakah gejala terinfeksi varian Delta sama dengan terinfeksi corona pada umumnya?

Gejala infeksi varian Delta secara umum

Seperti diberitakan Kompas.com, 22 Juni 2021, gejala terinfeksi varian Delta mirip dengan gejala terinfeksi virus corona yang kita ketahui selama ini. Akan tetapi, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis.

Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University, Dr Bhakti Hansoti, mengatakan, ada beberapa gejala infeksi virus corona varian Delta, yaitu:

- Sakit perut

- Hilangnya selera makan

- Muntah

- Mual

- Nyeri sendi

- Gangguan pendengaran

Sementara itu, Profesor Epidemiologi Genetika di King's College London, Tim Spector, mengatakan, gejala yang timbul akibat infeksi varian Delta seperti flu yang parah.

Ia menyebutkan, ada beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta, yaitu:

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Pilek

- Demam

Menurut Spector, gejala Covid-19 varian awal seperti batuk dan kehilangan kemampuan penciuman menjadi lebih jarang terjadi. Sementara, pada pasien usia muda yang terinfeksi varian Delta mengalami gejala pilek atau badan terasa tidak enak atau kelelahan.

Baca juga: Lebih Bahaya, Ciri Umum Terinveksi Covid-19 Varian Delta, Hindari 6 Lokasi Ini Agar Tidak Tertular

Gejala infeksi varian Delta pada anak

Kasus infeksi varian Delta juga banyak terjadi pada anak-anak. Dokter Spesialis Patologi Forensik KSM Kesehatan Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Rismala Dewi SpA(K) mengatakan, infeksi varian Delta menyebabkan gejala yang sangat bervariasi pada anak.

"Gejalanya (gejala Covid-19 pada anak) memang bisa bermacam-macam tidak khas, tidak banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan," ujar Rismala kepada Kompas.com, 26 Juni 2021.

Ia pun mengelompokkan beberapa contoh gejala virus corona yang umumnya terjadi pada anak akibat infeksi varian Delta.

Gejala terinfeksi varian Delta pada anak adalah:

- Demam

- Diare/mencret

- Batuk

- Pilek

- Muncul ruam pada kulit

Selain beberapa gejala itu, MayoClinic menyebutkan, ada juga beberapa gejala Covid-19 pada anak yang umumnya terjadi, sebagai berikut:

- Demam

- Batuk

- Sakit tenggorokan

- Sulit bernapas

- Kelelahan

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Mual dan muntah

- Diare

- Nafsu makan menurun

- Kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa

- Sakit perut

Jika anak mengalami beberapa gejala Covid-19 seperti yang dijelaskan di atas, Rismala mengimbau kepada orangtua agar tidak memberikan pengobatan sendiri. Ia merekomendasikan untuk segera menghubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah.

Sementara, jika anak belum dipastikan terpapar Covid-19, orangtua bisa menjaga anak agar tidak terjadi indikasi gejala yang lebih buruk lagi.
Meski demikian, orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak keluar rumah, kecuali kondisi mendesak, seperti untuk pemeriksaan medis.

Baca juga: Lebih Bahaya, Ciri Umum Terinveksi Covid-19 Varian Delta, Hindari 6 Lokasi Ini Agar Tidak Tertular

Varian delta ditemukan di hampir semua kota di Pulau Jawa

Perkembangan penyebaran virus Corona atau Covid-19 kian mengkhawatirkan belakangan ini.

Di beberapa daerah, terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Kasus virus corona setiap hari terus mengalami lonjakan dan terus merenggut banyak korban.

Kini masyarakat juga kembali dibuat was-was dengan kemunculan Virus Corona Varian Delta.

Varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di daerah India, dan sifatnya sangat mudah menular dan lebih berbahaya.

Dikutip dari forbes.com, varian delta dikenal juga sebagai B.1.617.2, menjadi jenis baru dari virus corona Covid-19.

Risiko yang ditimbulkan dari varian delta tampaknya lebih mengerikan dari virus corona pada umumnya.

Varian Delta menyumbang sekitar 25 persen kasus, meningkat setiap harinya di Kansas.

Sementara untuk di Indonesia, dilansir dari TribunNews.com, juru Bicara Covid-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyebut saat ini hampir di seluruh kota di Pulau Jawa telah ditemukan varian Delta.

"Kalau kita melihat di beberapa kota di pulau Jawa ini hampir semuanya sudah kita ketemu adanya varian Delta," ujar Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (29/6/2021).

Ia melanjutkan, hal ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat kenaikan kasus Indonesia ini cukup signifikan bila dibandingkan situasi di bulan Desember sampai dengan Januari.

"Kita lihat ini bulan itu seperti DKI Jakarta, daerah jumlah tertinggi bahkan dua kali lipat dari jumlah yang sebelumnya ditemukan di Desember dan Januari," ungkapnya.

Varian delta sendiri dalam sejumlah penelitian dinyatakan memiliki sifat yang mudah menular.

Dilaporkan kecepatan varian B.1617 ini memiliki kecepatan penularan 6 kali lebih cepat bila dibandingkan varian Alfa.

"Varian baru lebih cepat menular dan kita tahu bahwa varian baru ini memang kecepatan penularannya itu bisa 6 kali dari varian Alfa. Jadi ini yang tentunya membuat peningkatan kasus kita berjalan secara eksponensial. Kita bisa lihat sekarang penemuan kasus kan menyentuh angka 20 ribu, 21 ribu, di atas 15 ribu beberapa hari ini," jelas perempuan berhijab ini.

Meski demikian, belum ada bukti ilmiah bahwa varian delta dapat menurunkan tingkat efikasi vaksin yang ada seperti Sinovac maupun AstraZeneca.

"Belum ditemukan bukti yang cukup ya bahwa varian Delta ini kemudian menyebabkan terjadinya pengurangan dari efikasi vaksin," kata dr. Nadia.

(*)

Berita tentang Virus Corona

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Gejala Terinfeksi Virus Corona Varian Delta, Termasuk pada Anak 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved